12

347 39 13
                                        

Dahyun berjalan memasuki kafe dengan menggunakan headsetnya mendengarkan musik kesukaannya.

Kemudian setelah mengganti pakaiannya dahyun membersihkan setiap meja dan peralatan lainnya lalu membuka kafe.

Tidak lama membuka kafe pintu kafe terbuka tanda ada pengunjung.

"Seperti biasa noona selalu datang pagi sebelum kekantor" ucap dahyun tersenyum menatap sana.

"Haha seperti biasa dahyun kopi 2" ucap sana duduk didepan bar tempat membuat kopi.

"Noona sangat perhatian sekali dengan teman noona setiap pagi memberikan kopi untuknya, aku jadi penasaran apakah ini memang untuk teman saja atau.." ucap dahyun menggoda sana.

"Hanya teman" kekeh sana.
"Aku berharap memang lebih menjadi teman" pikir sana.

"Jadi kau bekerja di dua tempat dahyun?" tanya sana.

"Tadinya iya noona tapi sekarang aku hanya bekerja disini" ucap dahyun sibuk membuat kopi.

"Kenapa begitu?" tanya sana bingung.

"Aku dipecat dari pekerjaan ku noona karena aku memecahkan vas bunganya lagi" cengir dahyun.

"Apa karena kejadian saat bersama aku itu?" ucap sana menerka.

"Bukan noona ini memang murni kesalahan ku" ucap dahyun menggaruk belakang kepalanya.

Sana hanya menganggukkan kepalanya.

"Dan bagaimana dengan teman mu?" tanya sana.

"Chaeyong? dia masih berada ditoko itu noona tapi kami selalu bertemu setiap kami libur" ucap dahyun.

"Apa rumah kalian berdekatan?" ucap sana.

"Iya noona, ini noona kopinya" ucap dahyun menyerahkan kantong plastik berisikan kopi.

"Aku sering bercerita dan bertemu dengan mu dahyun tapi aku tidak memiliki nomer mu, jadi bolehkah aku meminta nomer mu?" ucap sana menatap dahyun.

"Aku tidak memiliki handphone noona" ucap dahyun.

"Yahhh ck baiklah kalau begitu, aku akan berangkat bye " ucap sana berjalan keluar kafe.

Dahyun menatap punggung sana hingga tidak terlihat ada perasaan sedikit kecewa dihatinya.

"Hei dahyun" ucap james menepuk bahu dahyun membuat dahyun sedikit terkejut.

"Hyung kau mengejutkan saja ck" ucap dahyun lalu kembali fokus membersihkan bekas kopi.

"Hei sepertinya kau sangat dekat dengan wanita itu, apa dia kekasih mu?" ucap james menaik turunkan alisnya.

"Bukan hyung, wanita tadi bernama sana, akhir akhir ini memang aku sering mengobrol dengannya sejak kejadian teman ku tidak sengaja memecahkan vas bunga dan airnya mengenai noona sana" ucap dahyun

"Tempat kerja mu yang dulu? oh noona? apa dia lebih tua dari mu?" ucap james.

"Sepertinya hyung hehe" kekeh dahyun.

"Dan mana mungkin dia mau dengan ku hyung yang tidak memiliki apa pun sedangkan dia ceo dari perusahaannya" ucap dahyun lesu.

"Jadi sebenarnya kau juga memiliki sedikit perasaan dengannya?" ucap james.

"Kami hanya teman biasa hyung" ucap dahyun berjalan membersihkan meja.

"Memang aku akhir akhir ini sangat nyaman dengan noona sana tapi apa ini perasaan suka atau nyaman dengan kawan, sudahlah dahyun sekarang fokus dengan kerjamu" pikir dahyun sambil menggelengkan kepalanya untuk melupakan pikirannya itu.

#--------&-----+&-------&------#

Sana berjalan masuk kedalam perusahaan jeongyeon untuk memberikan kopi.

Dengan senyuman tidak luntur sama sekali membayangkan dia bertemu dengan jeongyeon nanti.

Sana berharap dengan dia sering berkunjung dan memberikan perhatian untuk jeongyeon bisa memberikan sedikit celah untuk jeongyeon bisa mencintainya.

Sedangkan disisi lain mina yang akan berangkat bekerja, dengan membawakan bekal untuknya dan kekasih hatinya untuk makan siang bersama.

"Aku harap dia suka dengan masakan ku" ucap mina memasukkan bekal kedalam tasnya.

my brother✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang