Pada pagi hari yang cerah jeongyeon bangun dengan keadaan yang begitu bahagia.
Dia melihat mina disampingnya, memeluk erat jeongyeon.
Jeongyeon menatap intens mina dengan penuh cinta, lalu mencium dahi,turun kedua mata mina dan terakhir bibir mina.
Diciumnya pelan bibir mina tanpa adanya lumatan didalamnya.
Mina yang terusik dengan ciuman jeongyeon membuka matanya, dengan keadaan mengantuk dia tersenyum melihat jeongyeon yang menciuminya.
"Hei appa...masih pagi tau.." ucap mina menelusupkan wajahnya dileher jeongyeon.
Jeongyeon mendorong sedikit ttubuhnya untuk memberi jarak, mina cemberut karenanya.
"Wae..?" ucapnya kesal menatap jeongyeon.
"Aku tidak mau dia terjepit sayang..." ucap jeongyeon menatap perut mina, mina menghela napasnya dan memutar matanya malas.
"Keke kau kesal?" tanya jeongyeon jail.
"Pergi jauh sana, kau bau tau!" ucap mina mendorong jeongyeon lalu mendudukan dirinya.
Jeongyeon tersenyum jail melihat punggung mina, dengan cepat jeongyeon menarik kembali mina hingga menindih jeongyeon.
"Yak! kau ini-" ucap mina, jeongyeon langsur menyambar bibir mina.
Jeongyeon terus melumat bibir mina tanpa ampun, seakan tidak mau kalah mina membalas ciuman ganas jeongyeon.
Mereka pun melepaskan ciumannya dengan nafas tersengal.
"Masih pagi sayang.." ucap mina mengelus rahang jeongyeon, jeongyeon mencium telapak tangan mina yang berada di pipinya.
"Memang kenapa kalau pagi hmmm?" tanya jeongyeon mengerutkan hidungnya gemas melihat mina yang cantik tanpa riasan apa pun di atasnya.
Mina hanya memukul pelang dada jeongyeon, mina merebahkan tubuhnya di atas jeongyeon dengan nyaman.
"Aku sangat bahagia karena kalian dan anak kita.." ucap jeongyeon mencium kepala mina.
"Kalian?" tanya mina tanpa menatap jeongyeon yang masih betah berada menutup matanya.
"Ia.....kau calon istri ku...dan adik ku...dan ditambah anak kita..." ucap jeongyeon tersenyum semakin erat memeluk mina.
Mina hanya tersenyum mendengar perkataan jeongyeon lalu mencium dada bidang jeongyeon.
"Kapan kau akan kerumah adik mu sayang?" tanya mina.
"Nanti siang mungkin.." ucap jeongyeon menutup mata sembari mengelus rambut mina.
"Aku ikut ya" ucap mina mendongakan kepalanya menatap jeongyeon.
"Semangat sekali si" ucap jeongyeo tekekeh.
"Ish! memang kenapa kau cemburu aku ingin bertemu adik mu?" ucap mina mengerucutkan bibirnya kesal.
"Tidak papa sayang...dan aku oasti akan mengajak mu sayang..." ucap jeongyeon lalu mendapatkan ciuman di pipinya.
"Saranghae..." ucap mina tersenyum.
"Nado.." jawab jeongyeon mencium sebentar bibir mina kembali memeluk mina.
Lama menikmati kenyamanan mereka jeongyeon membuka matanya memikirkan sana yang berada dirumah dahyun.
"Sayang..." ucap jeongyeon, mina hanya bergumam sambil menutup matanya.
"Aku ingin memberitahu mu...jadi saat kita kerumah dahyun kau tidak akan terkejut" ucap jeongyeon membuat mina membuka matanya lalu mendongakan kepalanya menatap jeongyeon.
"Sana...ada dirumah dahyun.." ucap jeongyeon, mina membulatkan matanya tekejut.
"Maksud mu? dia tinggal disana atau hanya mampir seperti waktu itu?" tanya mina.
"Aku tidak tau sayang...tapi aku melihat sana begitu pucat dan dahyun membawa tas yang begitu besar..apakah mereka akan tinggal bersama?" tanya jeongyeon menatap mina.
Sedangkan di sisi lain sana membuka matanya dengan rasa pusing dan mual menyerangnya.
Dia berjalan pelan menuju kamar mandi untuk menumpahkan isi perutnya.
Dahyun membuka matanya langsung terduduk karena mendengar suara muntahan sana lagi.
Semalam sana terus saja memuntahkan isi perutnya, entah berapa kali sana bolak balik ke kamar mandi.
Membuat dahyun khawatir dan begadang untuk menjaga sana, sana tidak menolak dahyun karena memang dia begitu pusing dan lemas.
Dahyun semalam tidur di sofa yang berada di kamarnya sedangkan sana tidur di atas kasur dahyun.
Dengan telaten dahyun memijat tengkuk sana untuk membantu sana muntah.
Setelah selesai dahyun memapah sana kembali tidur di atas kasurnya, dahyun berjalan ke dapur untuk membuat teh.
"Ini nonna minumlah, kata dokter ini bisa membantu meredakan mual mu" ucap dahyun duduk di samping kasur sambil menyodorkan segelas teh untuk sana.
Sana meminum tehnya dengan pelan, takut takut kembali muntah kembali.
Setelah itu dahyun memijat dahi sana pelan, sana memejamkan matanya merasakan pusing.
"Dahyun..." ucap sana sambil menutup matanya.
"Iya nonna? apakah ada yang sakit? atau kau masih pusing?" tanya dahyun bertubi tubi, sana hanya menggelengkan kepalanya lalu membuka matanya menatap dahyun.
"Apakah aku boleh meminta tolong padamu?" tanya sana, sana seperti menahan tangisannya.
"Tolong apa nonna?" tanya dahyun khawatir dengan keadaan sana.
"Bisa kau belikan aku bobba dan pizza yang full isi keju? entah kenapa aku sangat menginginkannya saat ini...." ucap sana ragu ragu menggigit bibir bawahnya berharap dahyun mau menuruti kemauannya.
Dahyun terkejut dengan permintaan sana, lalu tersenyum menatap sana.
"Kau ingi itu?" tanya dahyun tersenyum lebar, dahyun berpikir sana mungkin mengalami ngidam saat ini, sana hanya menganggukan kepalanya.
"Baiklah tunggu sebentar nonna aku akan membelinya" ucap dahyun berjalan memakai jaketnya bersiap membeli makanan yang sana inginkan.
"Aku pergi dulu nonna, dan sayang jaga eomma mu ya...tunggu sebentar ya nonna" ucap dahyun keluar dari kamarnya.
Sana melihat kepergian dahyun tersenyum, entah kenapa dia bahagia saat keinginannya di sanggupi oleh dahyun.
"Apa benar aku mengidam? huftt ternyata ini yang di rasakan ibu hamil...aku tidak tau bagaimana kelanjutan hubungan ku dengan dahyun nanti...." ucap sana kemudian mengelus perutnya.
"Apa memang dia bukan jodoh ku..." ucap sana melihat undangan mina dan jeongyeon yang tergeletak di nakas.
"Kenapa kau tidak memberi tahuku sejak awal jeong...jika kau memberitahunya dari awal mungkin kita tidak akan seperti ini..." ucap sana menunduk sedih.
"Apakah aku harus merelakannya..." gumam sana, diam memikirkan jeongyeon.
#---&---#
Dahyun dengan senangnya membeli ke toko makanan untuk membeli yang di ingin kan sana.
Senyumannya tidak pernah pudar di wajahnya, setelah mendapatkan bobba kini dia sedang berada di toko pizza.
Sambil duduk dia menunggu pesananya selesai, tidak sengaja dahyun melihat ujung bangku di toko ini.
Terlihat chaeyeong dan seorang wanita tengah mengobrol seru, senyuman mereka terus terukir di bibir mereka.
Rasa ingin menghampiri chaeyeong dan menggodanya, dahyun mendapatkan tepukan bahu dari pelayan, sambil membawa papper bag yang berisi pizza.
Dahyun melihat kembali chaeyeong lalu pergi untuk kembali kerumahnya, dia tidak ingin menggangu kencan chaeyeong.
KAMU SEDANG MEMBACA
my brother✓
Romansajeongyeon adalah anak tunggal dari keluarga yoo yang kaya raya dan memiliki seorang adik yang terpisah dengan dirinya saat dia masih kecil. bagaimanakah usaha jeongyeon untuk bisa menemukan adiknya yang hilang.
