33

318 43 2
                                        

"Jadi kapan kita akan kesana?" tanya jeongyeon.

"Besok hyung dan siang kita akan berangkat menuju rumah nonna sana" ucap dahyun, jeongyeon menganggukan kepalanya mengerti.

Sedangkan dikamar dahyun sana dan mina saling terdiam setelah mina mengakui jika dirinya tengah mengandung saat ini.

"Be berapa bulan memang kandungan mu sekarang" tanya sana menatap mina.

Mina yang menundukan kepalanya lalu menatap sana tersenyum.

"Umurnya masih 3 minggu 6 hari sana" ucap mina, sana hanya menganggukan kepalanya.

"Jadi apakah aku mendapatkan maaf dari mu san?" tanya mina berharap.

Sana hanya menghela napas panjangnya lalu menatap mina.

"Aku memaafkan mu dengan jeongyeon, tapi maafkan aku jika saat ini aku masih memerlukan waktu untuk sendiri" ucap sana, mina tersenyum menganggukkan kepalanya lalu memegang tangan sana dengan kedua tanganya.

"Baiklah jika itu membuat mu memaafkan kami,terimakasih sana" ucap mina senang.

Sana hanya tersenyum kecil melihat mina begitu senang.

"Hmm maaf boleh aku bertanya sesuatu san?" tanya mina ragu.

"Kenapa wajah mu pucat sekali? apakah kau sakit?" tanya mina sangat hati hati.

Sana terdiam, lalu tersenyum.

"A aku tidak papa, aku memang sedang sakit sekarang.." ucap sana tersenyum.

"Kau sakit apa? aku bisa membelikan obat sekarang" ucap mina memperhatikan wajah sana.

"Tidak, tidak usah, dahyun menjaga ku dengan baik mina" ucap sana.

"Huftt jika seperti ini pasti jeongyeon sangat khawatir pada mu" ucap mina tersenyum.

Sana tersenyum sendu, lalu menggelengkan kepalanya.

Sana dan mina saling mengobrol walaupun yang aktif berbicara hanya mina.

Akhirnya mina keluar dari kamar dahyun dan duduk di sebelah jeongyeon.

"Bagaimana keadaannya sana sayang..?" tanya jeongyeon menatap mina.

"Dia baik baik saja....dan masalah kita bersamanya sudah selesai sayang.." ucap mina.

"Jadi apakah dia memaafkan kita?" tanya jeongyeon, mina hanya mengangguk menanggapi perkataan jeongyeon.

"Tapi....dia memerlukan waktu untuk sendiri sekarang.." ucap mina.

"Baiklah jika dia ingin seperti itu..." ucap jeongyeon.

Akhirnya jeongyeon dan mina pun pulang dengan keadaan ringan, karena urusan mereka satu persatu sudah selesai.

Dahyun masuk kedalam kamar melihat sana yang tengah tidur dengan tenang.

"Nonna...besok aku akan membawa mu ke orang tua mu untuk meminta restu mereka....dan sesuai perjanjian kita akan berpisah jika anak kita sudah lahir kedunia...." ucap dahyun berdiri disamping kasur terus melihat sana sendu.

Tangannya menyentuh pelan perut sana, dengan pelan tangannya mengelus sayang agar tidak membangunkan sana.

"Huftt...sejujurnya aku tidak ingin ada perjanjian ini nonna....tapi bagaimana lagi....aku ingin merawat mu dan anak kita nanti....sayang..baik baik didalam ya...appa sangat mencintaimu..." ucap dahyun menatap perut sana, lalu berdiri keluar kamar.

#----&----#

Mina tengah duduk dan senderan di kasurnya, dengan jeongyeon tidur dipangkuannya.

Wajahnya menghadap ke arah perut mina, dengan sayang dia terus menciumi dan meletakan wajahnya diperut mina.

Mina hanya tersenyum sambil memainkan rambut jeongyeon.

"Sayang..." ucap jeongyeon.

"Hmmm kenapa ?" tanya mina.

"Besok aku akan menemani dahyun kerumah orang tua sana" ucap jeongyeon, mina mengerutkan dahinya bingung.

"Mau apa kalian kesana?" tanya mina mengelus dahi jeongyeon.

"Besok dahyun akan melamar sana.." ucap jeongyeon membuat mina terkejut.

"Kenapa terburburu sekali? dan setau ku mereka baru kenal beberapa bulan yang lalu kan?" tanya mina.

"Kau benar, dia harus mempertanggung jawabkan sesuatu sayang...sana hamil" ucap jeongyeon, mina sangat terkejut dengan perkataan jeongyeon.

"Apa!?, pantas saja wajahnya begitu pucat dan...dia berada dirumah dahyun.." ucap mina mengingat wajah sana yang pucat.

"Apakah kau tidak diberitahu oleh sana tadi?" tanya jeongyeon menatap mina.

"Aku tadi bertanya padanya kenapa dia begitu pucat dan...dia hanya mengaku sakit padaku" ucap mina.

"Begitu...mungkin...dia belum siap bilang kepada kita..." ucap jeongyeon.

my brother✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang