Tanpa sana dan jeongyeon sadari mina melihat jeongyeon dicium oleh sana. Hati nya seperti teriris, genggaman tangannya mengencang memeluk map yang dibawanya.
"Oh mina" ucap sana tersenyum lalu memeluk mina. Mina tidak membalas pelukan sana.
"Aku berangkat dulu ya mina bye" ucap sana berjalan pergi. Mina hanya menunjukkan senyum seperti dipaksakan. Sedangkan hati sana sedang berbunga bunga setelah mencium pipi jeongyeon.
Ceklek
"Oh mina ada apa?" ucap jeongyeon menyambut mina semangat.
"Ini aku memberikan map yang harus kau tanda tangani, dan aku butuh tanda tangan mu untuk menjalankan proyek itu" ucap mina datar.
Jeongyeon mengerutkan dahinya bingung melihat mina.
"Baiklah tunggu sebentar" ucap jeongyeon membaca lalu menanda tangani map itu. Lalu menyerahkan ke mina.
"Terimakasih" ucap mina berjalan keluar dari ruangan jeongyeon.
"Mina! tunggu sebentar" ucap jeongyeon menghentikan mina.
Jeongyeon berjalan mendekat ke arah mina dan membalikan tubuh mina untuk menghadapnya.
"Kau kenapa? apakah sakit?" ucap jeongyeon menyentuhkan telapak tangannya di dahi mina.
Mina melepaskan tangan jeongyeon dengan wajah datarnya.
"Aku tidak papa, aku harus kembali keruangan ku" ucap mina berjalan keluar meninggalkan jeongyeon bingung.
"Kenapa dengannya" ucap jeongyeon bingung.
Jam makan siang pun tiba jeongyeon mengambil handphonenya untuk menghubungi mina.
Dia ingin mengajaknya makan siang bersama. Jeongyeon menelphone mina beberapa kali tapi tidak diangkat membuat jeongyeon bingung dan khawatir.
Jeongyeon berjalan keruang mina, saat membuka ruangan mina jeongyeon melihat mina sedang fokus dengan pekerjaannya.
Lalu jeongyeon masuk dengan menutup pintunya pelan.
"Serius sekali miss myoui sampai kau lupa ini sudah masuk jam makan siang" ucap jeongyeon yang sudah duduk didepan mina.
Mina sedikit terkejut karena jeongyeon sudah berada didepannya.
"Tinggalkan dulu pekerjaan mu ayo kita makan siang bersama" ucap jeongyeon tersenyum.
"Aku tidak bisa dan aku sudah memesan makanan untuk diantar keruangan ku" ucap mina kembali fokus bekerja.
"Tumben, trus bagaimana dengan ku mina? aku sudah sangat lapar dan yang bisa kuajak makan bersama hanya dirimu Please" ucap jeongyeon memohon untuk mina ikut makan siang bersamanya.
"Bisa kah anda keluar mr yoo" ucap datar mina.
"Aku harus mengerjakan ini dan aku diburu waktu jadi silahkan anda keluar dari ruangan saya" ucap mina menatap datar jeongyeon.
Jeongyeon bingung dengan mina setelah semalam berciuman bahkan mina membalas ciumannya jeongyeon bahwa jeongyeon menyukai mina tapi kenapa mina seperti ini.
"Baiklah maaf mengganggu waktu mu" ucap jeongyeon keluar ruangan mina. Setelah menutup pintu jeongyeon berdiri sebentar didepan ruangan mina, semalam mina terlihat bahagia tapi kenapa dengan mina saat ini.
Mina yang sudah ditinggalkan jeongyeon menghela napas panjangnya dan melihat kaca besar dibelakangnnya memperlihatkan kota seoul.
Tak terasa air mata mina jatuh, dia terus membayangkan jeongyeon dicium oleh sana tadi pagi dan itu membuatnya sakit.
"Sebenarnya kenapa dengan ku? apakah jeongyeon benar menyukai ku atau tidak tapi kenapa saat dicium sana dia diam saja" ucap mina menangis.
Jeongyeon memainkan penanya ditangan kanannya dengan tangan kirinya menopang kepalanya, dia melamun memikirkan mina.
"Huftt mina kau kenapa?" ucap jeongyeon masih melamun.
Beberapa menit pun jeongyeon melihat jam lalu membereskan berkasnya untuk pulang.
Bukannya pulang jeongyeon berbelok keruangan mina, tepat mina keluar dari ruangannya.
"Mina!" ucap jeongyeon menghampiri mina. Tanpa menunggu jeongyeon mina langsung berjalan meninggalkan jeongyeon.
Mina saat ini ingin sekali menghindari jeongyeon tapi kenapa jeongyeon selalu mengganggunya.
Mina pun masuk lift dengan cepat memencet tombol untuk turun kelantai satu.
Saat pintu lift akan tertutup jeongyeon dengan cepat masuk kedalam lift dengan nafas terengah engah.
"Kenapa kau lari mina" ucap jeongyeon melihat mina. Mina hanya menghadap kedepan tanpa menjawab pertanyaan jeongyeon.
"Mina..kau kenapa?"ucap jeongyeon melihat mina.
"Mina..mina..mina!" ucap jeongyeon menghadap jeongyeon. Jeongyeon sudah sangat kesal karena mina mengabaikannya.
"Kau kenapa hah!? jika aku berbuat salah tolong katakan! jangan seperti ini" ucap jeongyeon dengan tatapan tajamnya melihat mina. Mina terkejut dengan tatapan jeongyeon untuknya.
"Kau kena-"Ucap jeongyeon terputus karena sedari tadi handphonenya terus berdering mengganggunya.
"Ck kenapa!?" ucap jeongyeon mengangkatnya. Ternyata tzuyu yang mengganggunya sedari tadi.
Jeongyeon mendengarkan penjelasan tzuyu.
"Apa?! Baik lah aku kesana sekarang" ucap jeongyeon. raut wajah jeongyeon berubah menjadi bahagia karena berita yang disampaikan oleh tzuyu.
Mina yang mendengar telpon itu dari tzuyu menajamkan pendengarannya.
"Data data adik ku sudah ditemukan mina! akhirnya aku akan segera menemukan adik ku mina!" ucap jeongyeon memeluk mina bahagia.
Mina yang mendengarnya ikut bahagia. setelah beberapa lama berpelukan walaupun tidak dibalas oleh mina. Jeongyeon memundurkan sedikit pelukannya untuk melihat mina.
"Mina maafkan aku jika aku ada salah..dan kau tau..aku mendapatkan data untuk menemukan adik ku..jadi ayo temani aku ke kafe mina..dan aku akan melakukan apapun agar kau tidak marah lagi..aku mohon" ucap jeongyeon memelas dan mengerucutkan bibirnya.
Mina menghela napas panjang memang dia tidak bisa marah lama lama dengan jeongyeon.
"Baiklah baiklah! tapi aku juga butuh penjelasan mu nanti mengerti!" ucap mina memukul bahu jeongyeon pelan.
Jeongyeon bahagia akhirnya mina memaafkannya. Dengan cepat jeonyeon langsung memeluk tubuh mina dengan erat.
Kali ini mina membalas pelukan jeongyeon, jantungnya berdetak kencang dan semburat merah terlihat di pipinya.
"Ayo let' go!" ucap jeongyeon melepaskan pelukanya dan menarik mina untuk mengikutinya.
Tbc
vote dan comment yaa😚
KAMU SEDANG MEMBACA
my brother✓
Romantikjeongyeon adalah anak tunggal dari keluarga yoo yang kaya raya dan memiliki seorang adik yang terpisah dengan dirinya saat dia masih kecil. bagaimanakah usaha jeongyeon untuk bisa menemukan adiknya yang hilang.
