(18+)
🦋Novel by LsnaaLuna_🦋
PLAGIAT PERGI JAUH-JAUH! HARGAI KARYA YANG SUSAH PAYAH SAYA BUAT⚠️
"Gue gak janji gue bisa nahan diri gue kalau posisi lo gini Violence, gue udah mati-matian nahan diri gue biar gak kurang ajar sama lo."ucap Brayen bera...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Balapan yang ditunggu-tunggu akhirnya dimulai, bersamaan dengan aba-aba dari Rifki sendiri. Namun, Brayen terlihat santai sekali kali ini, lebih tepatnya menganggap remeh kemampuan Violence.
Violence tersenyum dibalik helm full facenya, menyadari jika Brayen meremehkan kemampuannya kali ini. Ia melaju semakin cepat di lintasan hingga membuat lamunan Brayen buyar, ia terlalu menganggap remeh Violence hingga tak menyadari dirinya ketinggalan cukup jauh.
Dengan sisa waktu yang ada, Brayen benar-benar menambah kecepatan motornya untuk menyusul Violence yang kini sudah jauh memimpin. Namun kemampuan Violence memang benar-benar diatas rata-rata.
David melongo dibuatnya, "Brayen gila woy itu, kok bisa ketinggalan jauh sih!"teriak David tak terima.
"Gue bilang juga apa tadi, kita gak bisa meremehkan kemampuan orang lain kalau kita gak tau, harga diri ketua jadi taruhannya ini, arghhh."protes Alex gusar.
"Jago juga tuh cewek Lex, gila lo liat aja tu teknik dia biar menang, keren gila."puji Farhan kagum.
"Gue bilang juga apa, tuh cewek kece tau gak?"potong Rifki yang tengah meraih botol air mineral untuk dirinya minum.
Srrttt!
Motor Violence berhenti tepat digaris finish, menyisakan Brayen yang bungkam tak percaya. Dirinya dikalahkan oleh seorang perempuan? Benarkah?
Dengan bangga Violence membuka kaca helm nya. "Karena gue menang, itu artinya gue nolak lo Brayen. Ikutin semua kemauan gue tanpa terkecuali Brayen, see you tomorrow!"pamit Violence kemudian kembali menjalankan motornya meninggalkan area balapan itu.
Brayen melepas helmnya dan turun dengan tatapan tak percaya, "Gila lo kalah lawan cewek bos? Yang bener aja."ledek Farhan.
"Harga diri lo dimana Brayen, lo sih ga dengerin gue! Jangan anggap remeh cewek Brayen. Liat sekarang, lo kalah!"ucap Alex penuh penekanan.
"Tapi tuh cewek kece gila, buat gue aja ya bos."pinta Farhan membuat Brayen seketika menatapnya tajam kearahnya.
"Berantem sama gue, satu lawan satu Han, kalau lo menang, Violence buat lo."jawab Brayen enteng.
Farhan menelan salivanya susah payah, "Kalau itu mah sama aja gue sia-siain nyawa gue kali."jawabnya getir.
"Tinggal nama lo Han, percaya deh sama gue."ejek David.
"Sekarang lo semua pulang, kita kumpul lagi besok malam. Ada sesuatu yang pengen gue bahas!"teriak Brayen memberi arahan. Tanpa bantahan sedikitpun seluruh anggota Raystrack mulai meninggalkan area balapan itu. Kini hanya tersisa empat anggota inti Raystrack, yaitu Alex, Rifki, David dan Farhan.
"Ada masalah apa bos?"tanya Farhan heran, tak biasanya Brayen terlihat khawatir.
"Gue pengen lo berempat juga pulang, gue mau istirahat. Kita bahas besok disekolah."final Brayen lalu menaiki motornya dan meninggalkan area itu.