Sweet treat!

90.5K 4K 43
                                        

Deringan ponsel membuat Brayen terbangun dari tidur lelapnya, ia mengerjapkan matanya berkali-kali menetralkan cahaya yang menganggu pandangannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Deringan ponsel membuat Brayen terbangun dari tidur lelapnya, ia mengerjapkan matanya berkali-kali menetralkan cahaya yang menganggu pandangannya.

Tertera nama Alex disana, sialan sekali. Ada apa anak itu menelponnya di jam 2 tengah malam begini, padahal mereka berada di satu apartemen yang sama.

Mengabaikan panggilan itu, Brayen perlahan menggeser tubuh Violence agar mendapatkan posisi yang lebih nyaman. Menarik selimut tebal itu untuk menutupi tubuh Violence.

Perlahan Brayen bangkit dari ranjang dan berjalan keluar kamarnya. Brayen kaget, karena ke empat anggota intinya itu tengah berdiri berjejer didepan pintu kamarnya.
"Lo semua ngapain disini? tidur bego. Jam segini masih berdiri."kesal Brayen.

"Kita cuman mastiin keadaan lo aja, lo tidur berdua?"tanya Alex sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Gue ketiduran tadi, udah gak usah banyak nanya. Sekarang lo semua tidur!"perintah Brayen membuat yang lain terdiam, tak ada yang berani membantah.

Brayen berjalan mendahului mereka kearah ruang tamu, dan berbaring diatas sofa untuk melanjutkan tidurnya. Keempat anggota Raystrack itu menghela nafas lega, lalu ikut tidur di sofa lainnya.

***

Ditempat lain, Johannes nampak panik sambil terus membolak-balik berkas yang ada ditangannya. Bersama dua orang kepercayaan nya.
"Kamu bisa memastikan kebenaran dari berkas ini?"tanya Johannes tajam.

"Bisa tuan, nyawa saya taruhannya jika itu tidak benar."jawabnya lantang.

"Beritahu Rose, saya akan rapat besok siang. Kumpulkan orang-orang kepercayaan saya. Kita selesaikan ini dengan cepat."perintah Johannes lalu meninggalkan ruangan nan megah itu.

***

"SIAPA LAGI DIA PAH?"teriak Selena kencang seraya menunjuk wajah wanita muda yang ada disamping ayahnya.

"SELENA CAPEK PAH! CAPEK HARUS NGELIAT PAPAH GONTA-GANTI CEWEK DAN BAWA KERUMAH INI!"teriak Selena semakin keras.

"Cukup Selena, ini semua demi kebahagiaan papah. Kamu kurang apa lagi Selena, kamu tidak kekurangan uang sedikitpun dari papah!"bentak Yudi sang ayah dari Selena.

"Gak cuman uang pah, Selena juga butuh kasih sayang dari papah, seenggaknya papah hargain almarhum mamah!"teriakan Selena melemah saat matanya mulai berkaca-kaca.

"Cukup Selena, papah tidak mau kamu mempermasalahkan hal ini lagi!"putus ayah Selena kemudian merangkul mesra wanita berpakaian minim disampingnya dan meninggalkan Selena yang menangis tersedu-sedu dilantai.

"Kenapa dunia ini gak adil buat gue? Gue capek hidup kaya gini terus, hiks hiks."rintihan Selena terdengar begitu menyedihkan.

***

VIOLENCE Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang