(18+)
🦋Novel by LsnaaLuna_🦋
PLAGIAT PERGI JAUH-JAUH! HARGAI KARYA YANG SUSAH PAYAH SAYA BUAT⚠️
"Gue gak janji gue bisa nahan diri gue kalau posisi lo gini Violence, gue udah mati-matian nahan diri gue biar gak kurang ajar sama lo."ucap Brayen bera...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Violence tersenyum ditengah rasa sakit yang ia rasakan. Seolah mengerti Brayen membopong tubuh Violence dan membawanya duduk dikursi panjang yang ada didepan panti.
Menurunkan pelan tubuh Violence diatas kursi itu, "Mau ke dokter aja gak?"tanya Brayen takut.
"Gak papa kok, sakit dikit aja. Gue cuman kaget tadi, bentar lagi juga sembuh, jangan marahin Kesya ya, dia gak sengaja tadi."mohon Violence.
Brayen mengangguk, "Gue gak marah kok, cuman itu juga bahaya buat dia, dia gak liat jalan, gue khawatir lo kenapa-napa."jujur Brayen mengutarakan rasa khawatirnya.
Violence tersenyum, entahlah berdekatan dengan Brayen membuatnya merasa nyaman. Pria berandalan ini, Violence mulai mengaguminya, sungguh.
Brayen mengangkat tangannya kearah Azhar, membuat Azhar berlari menghampiri Brayen. "Har, makanan nya lo bagiin aja, sekalian bagiin ke anak-anak yang lain juga. Istirahat dulu. Jangan kecapekan."perintah Brayen.
"Siap laksanakan bos!"jawab Azhar cepat. Seperhatian itu Brayen pada anggotanya. Entahlah apa yang kurang dari pria ini jika itu tentang ketulusan hatinya.
"Lo gak makan juga, pasti capek kan."perhatian kecil seperti itu saja sudah membuat Brayen senyum-senyum tidak jelas.
"Mau lo suapin boleh gak?"goda Brayen membuat Violence memanyunkan bibirnya.
Hingga mata Violence menangkap ada beberapa luka ditelapak tangan Brayen, Violence yakin itu karena ia tak hati-hati saat memotong-motong ranting kayu disekitaran mesjid tadi. Sekarang Violence mengerti kenapa pria manja ini ingin ia suapi. "Ini bos buat lo sama bu bos."ucap Farhan yang tiba-tiba datang dengan dua buah kotak makanan ditangannya.
"Thanks ya Han."ucap Violence, tangannya terulur menerima pemberian dari Farhan. Violence juga mengambil kotak makan Brayen. Farhan mengangguk sebelum kembali membagikan makanan ke anggota lainnya.
Brayen mengangkat kedua kaki Violence keatas pangkuannya, dengan posisi Violence menghadap Brayen. Tangannya mengusap pelan kaki Violence, sesekali meniupnya pelan. Violence sampai tertawa kecil melihat perlakuan Brayen yang menurutnya sangat menggemaskan.
Tangan Violence bergerak menyuapkan makanan kearah Brayen, sendok dan makanan yang sama seperti yang ia makan. "Nih gue suapin."ucap Violence lembut.
Telinga Brayen memerah menahan malu, menggemaskan sekali. Namun tetap menerima suapan dari Violence. "Enak nggak?"tanya Violence.
Brayen mengangguk cepat dengan mulut yang penuh, Violence mengacak rambut Brayen saking gemasnya.
Violence lupa jika ponselnya ia silent, hingga tak menyadari puluhan panggilan tak terjawab dari ponselnya.
***
Di teras rumah yang cukup luas, "Lo yakin ngadain acara pentas sekolah malam-malam. Resikonya gede lo Don, kepsek juga belum tentu ngasih izin, nekat banget lo."tegur Rian selalu wakil ketua osis dan sahabat karib dari Doni.