Want to try?

157K 5.8K 120
                                        


"Gue harus bisa dapetin Brayen Ca, kalau gue jadian sama dia, gue bakalan jadi penguasa sekolah ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gue harus bisa dapetin Brayen Ca, kalau gue jadian sama dia, gue bakalan jadi penguasa sekolah ini. Anak pemilik sekolah dan anak dari donatur terbesar disekolah ini. Dengan begitu gue akan memegang kekuasaan terbesar di sekolah ini. Gue bebas ngebully murid cupu disini biar berhenti sekolah dengan sendirinya, bikin sesak sekolah aja."tawa menggelegar beserta impian tinggi itu keluar dari mulut seorang Selena, sang primadona sekolah.

Ia tengah berbincang bersama kedua temannya Bianca dan Tasya. Mengeluarkan beberapa bualan yang cukup memuakkan untuk didengar, memiliki obsesi yang sangat besar untuk menguasai sekolah.

"Gak semudah yang lo pikir Len, belum ada satu pun cewek yang bisa taklukin Brayen, dan saingan lo banyak. Hampir satu sekolah ngincer Brayen Len. Lagian juga dia ketua geng motor, emangnya lo bisa? Itu bikin lo makin susah buat dapetin dia."tegur Bianca merasa obsesi Selena benar-benar berlebihan.

"Dan gue yang akan jadi satu-satunya cewek yang bisa naklukin Brayen. Siapa yang lebih pantes dari gue? Gue cantik, pinter, berbakat, primadona sekolah, gue kaya, apa kurangnya gue?"jawab Selena dengan angkuhnya.

Tasya hanya menggeleng heran, "Coba aja dulu Len, lo akan tau lo bisa atau engga."final Tasya.

Semua pembicaraan itu tak lepas dari pendengaran Violence, sekarang ia mengerti, Selena terlalu terobsesi untuk menjadi penguasa sekolah ini, bahkan menindas siswa-siswi yang kurang mampu.

Hal ini tidak boleh dibiarkan, Selena akan semakin menjadi-jadi. "Ayo kita lihat Selena, siapa wanita satu-satunya yang akan menaklukkan Brayen? Lo atau gue yang akan bikin Brayen bersimpuh di kaki gue. Gue gak akan biarin lo menindas siswa siswi yang lemah."ucap Violence datar.

Dirinya tidak tertarik sama sekali pada Brayen, hanya saja membiarkan Selena mendekati Brayen untuk tujuan gilanya itu, Violence tidak akan tinggal diam. Violence akan mengikuti permainan gadis gila ini. Mungkin ini memang bukan urusan Violence tapi ia tidak mau ada siswa atau siswi yang dibully disekolah, mereka berhak belajar dengan tenang dan nyaman disekolah ini.

Baru saja Violence ingin melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu, keberadaannya sudah disadari oleh Selena dan kedua temannya.
"HEH, MAU KEMANA LO HAH!"teriak Selena lantang.

Violence membalikkan badannya menatap ketiga wanita angkuh didepannya itu. Memangnya siapa yang takut, ia tidak takut sama sekali meskipun harus satu lawan sepuluh.

"Manggil gue?"jawab Violence malas.

"Oh ini ya siswi baru yang songong itu, belum pernah di kasih pelajaran ya lo."Selena berjalan mendekat mengelus pelan surai rambut Violence.

"Gue akuin lo cantik sih, apalagi kalau jadi babu gue? Gimana? Ini sebuah penawaran yang sangat menguntungkan bukan?"ucap Selena menyeringai.

Violence tersenyum miring menepis kasar tangan Selena pada rambutnya. "Jauhin tangan kotor lo! Jangan mimpi deh lo! Pengen jadiin gue babu ya? Berani bayar berapa?"jawab Violence menantang.

VIOLENCE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang