It will be easy.

54K 2.9K 14
                                        

Riasan yang sederhana namun tak bisa mengurangi kecantikan seorang Violence sedikitpun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Riasan yang sederhana namun tak bisa mengurangi kecantikan seorang Violence sedikitpun. Ditambah dengan balutan baju berwarna hitam pekat membuat Violence terlihat begitu anggun.

Sedikit merapikan pakaiannya, hingga kini Violence bangkit dan berjalan menuju pintu gerbang. Didampingi oleh dua orang kepercayaan Johannes, hingga keberangkatan pun dilakukan.

Tidak gugup sama sekali, meski bisnis sang ayah dipertaruhkan malam ini. Menghadapi seorang Kenzo mungkin tidak semudah yang Violence bayangkan. Mata Violence menyapu ke sekeliling jalanan kota yang masih ramai dengan pengendara lainnya.

Tanpa sengaja Violence mengecek ponselnya yang sedari tadi tak ia liat sama sekali. Ada banyak panggilan tak terjawab dan pesan masuk dari Brayen. Violence lupa mengabari pria yang begitu mengganggu pikirannya beberapa hari ini. Violence tidak menganggap jika ini semacam cinta atau sejenisnya, namun bolehkah ia mengatakan jika Brayen benar-benar mengusik hatinya?

Tangan Violence terangkat, membaca satu persatu pesan dari Brayen.

27 panggilan tak terjawab

Sayang

Lo ngapain sih?

Cantiknya gue lagi ngapain sih?

Ayo jadi pacar gue sekarang juga!

Gak mau tau, gue maksa!

99+ pesan lainnya

Senyuman tipis terbentuk dibibir Violence kala melihat pesan-pesan random dari Brayen. Moodnya benar-benar membaik hanya karena pesan-pesan yang bahkan Violence tidak membaca semuanya. Entahlah, Violence bingung dengan dirinya sendiri, tak ada cinta dihidupnya dan itu sebuah prinsip. Bagaimana bisa pria berandalan ini mengusik hatinya.

Jari lentik mengetik huruf demi huruf di keyboard nya. Berniat membalas pesan Brayen yang sedari tadi ia abaikan.

Gue bilang buktiin ke gue kalau lo pantes jadi cowok gue Brayen.

Gue ada urusan, jangan ganggu gue dulu.

Hanya 2 buah pesan yang Violence kirimkan pada Brayen, Violence kembali menyimpan ponselnya, dan kembali ia senyapkan agar tak ada yang mengganggunya diacara penting malam ini.

Mobil yang dikendarai oleh Violence dan bodyguard nya berhenti tepat didepan sebuah gedung yang begitu mewah. Violence sudah tau jika acara itu diadakan di gedung sebesar ini. Tak membawa banyak bodyguard, Violence hanya berangkat dengan dua orang kepercayaan ayahnya, Andreas dan Zey. Kemudian dua orang lagi bodyguard yang menunggu diluar saja.

Kehadiran Violence selaku putri tunggal dari Johannes membuat semua mata tertuju padanya. Pewaris tunggal yang akan mendapatkan perusahaan terbesar Johannes, itulah tanggapan orang-orang tentangnya.

Banyak sekali mata yang memandang kagum pada Violence, bahkan tak sedikit yang berbisik-bisik tentang kecantikan Violence bak putri kerajaan.

Violence berjalan dengan sedikit mengangkat dagunya, dunia bisnis memang seperti ini, Violence harus terlihat kuat dan angkuh.

VIOLENCE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang