(18+)
🦋Novel by LsnaaLuna_🦋
PLAGIAT PERGI JAUH-JAUH! HARGAI KARYA YANG SUSAH PAYAH SAYA BUAT⚠️
"Gue gak janji gue bisa nahan diri gue kalau posisi lo gini Violence, gue udah mati-matian nahan diri gue biar gak kurang ajar sama lo."ucap Brayen bera...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Violence tak menghiraukan perkataan Selena, ia lebih fokus ke arah Naura yang terlihat begitu mengenaskan. Seragam yang kotor, rambut yang basah dan acak-acakan.
Violence dengan cepat membantu Naura berdiri, "Jangan jadi cewek lemah Naura, lo akan diginiin terus kalau lo ga ngelawan!"tegas Violence.
"Gue bisa apa Violence, gue ga berani sama Selena, beasiswa gue bisa dicabut kapanpun kalau gue ngelawan dia, hiks hiks hiks."tangis itu semakin menjadi-jadi, hingga bibir Naura bergetar menahan suara tangisan itu.
"Ikut gue sekarang, kita ganti seragam lo, gue mau lo ngelawan Selena setelah ini, kalau beasiswa lo dicabut, gue yang akan membiayai sekolah lo."putus Violence dengan entengnya, lalu bergegas membawa Naura ke ruang ganti.
Sesuai dugaan Violence, seorang siswi tiba-tiba masuk ke ruang ganti. "Violence, lo dipanggil ke ruang kepala sekolah."ucapnya lalu bergegas pergi tanpa menunggu jawaban Violence.
Bukannya takut Violence malah tersenyum, "Gue akan cari keadilan buat lo Ra, jangan diam setiap kali lo diperlakukan gak adil kaya gini. Lo temen gue sekarang, jadi seluruh keselamatan lo juga tanggung jawab gue."ucap Violence lembut.
Naura menatap haru kearah Violence, baru kali ini ia merasakan ketulusan dari seseorang. Dengan sisa keberanian nya, ia memeluk Violence erat. "Makasih udah mau temenan sama gue Violence, gue seneng banget, hiks hiks. Terimakasih karena ada buat gue."ucapan tulus itu keluar dari mulut Naura.
Ah, Violence benci suasana haru seperti ini. Sedingin apapun sifatnya ia tetap punya hati, melihat Naura memeluknya seperti ini rasanya ia tak tega.
Violence menepuk pelan punggung Naura sebelum melerai pelukan itu. "Gue ke ruang kepala sekolah dulu, lo jaga diri lo baik-baik selama gue ga ada."pesan Violence.
Naura menatap bola mata Violence, "Maafin gue ya, gara-gara gue lo jadi ikut-ikutan kena masalah."tutur Naura merasa sangat bersalah.
Violence benci situasi seperti ini, bukankah menyebalkan. "Udah gak usah dipikirin, gue pergi dulu."pamit Violence kemudian meninggalkan ruang ganti itu.
Sepertinya ini akan menyenangkan, Violence memang sengaja ingin bertemu dengan kepala sekolah di sini, ia akan membuat Selena kehabisan alasan kali ini. Ia berjanji tidak akan membiarkan Selena bertindak tidak senonoh seperti tadi.
Langkah demi langkah Violence lewati hingga kini kakinya berdiri tepat didepan ruangan kepala sekolah. Dimana pintu ruangan itu sudah terbuka lebar seolah menunggu kedatangan dirinya.
Bukan itu yang menarik perhatian Violence, namun keberadaan Brayen yang tengah duduk santai didalam ruangan itu membuatnya bingung. Kenapa Brayen ikut dipanggil juga.
Ada empat orang didalam ruangan itu, Brayen, Selena, Kepala sekolah dan mungkin ayah dari Selena. "Permisi, bapak manggil saya?"tanya Violence setelah beberapa kali mengetuk pintu yang memang sudah terbuka.