Crazy woman.

39.2K 1.9K 67
                                        

Setelah merasa cukup dengan permainan basket yang melelahkan, akhirnya Violence memutuskan untuk duduk sebentar disamping lapangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah merasa cukup dengan permainan basket yang melelahkan, akhirnya Violence memutuskan untuk duduk sebentar disamping lapangan. Sedangkan Naura pergi ke kantin untuk membeli 2 botol air minum.
"Violence."panggil Clara yang tiba-tiba duduk tepat disamping Violence.

Violence melirik malas ke arah Clara, untuk apa wanita ini menghampirinya.
"Ngapain sih ke sini? Gue lagi males ribut. Gak usah cari gara-gara deh lo."jawab Violence datar.

Clara menghela nafasnya pelan, "Lo liat Brayen peluk gue pas di rooftop kan? Gue gak mau lo salah paham Violence, dulu Brayen selalu meluk gue pas gue nangis, tapi sekarang udah enggak bisa lagi kan? Dia cuman refleks doang Violence, jangan marah sama Brayen."jelas Clara pelan.

"Gue lebih percaya sama pacar gue sendiri dari pada sama cewek kaya lo Clara."jawab Violence ketus.

Clara mengangguk-anggukkan kepalanya, "Sebenarnya kedatangan gue kesini mau minta maaf sama lo, cukup gak tau diri kan? Tapi gue rasa gue harus minta maaf sama lo atas semua yang terjadi. Gue nyesel banget Violence, gue juga mau ngaku kalau gue yang waktu itu masukin udang ke makanan lo."ucap Clara takut-takut.

Violence menatap tak percaya pada pengakuan Clara, "Gila ya lo Ra, gue hampir mati gara-gara lo sialan. Gue sesak nafas sampai masuk rumah sakit gara-gara lo juga. Gue alergi banget sama udang Clara, harusnya lo mikir."kesal Violence.

Clara menunduk takut, bahkan untuk menatap mata Violence saja ia rasanya tak berani.
"Lo emang harus semarah ini sama gue, gue juga pengen lo tau, kalau sebenarnya gue sama Brayen gak pernah tidur bareng. Gue bohongin Brayen waktu itu, gue bohong soal Brayen renggut kehormatan gue, semuanya bohong Violence, hidup gue penuh dengan kebohongan."ucap Clara sendu.

"Gue gak habis pikir sama lo Clara, apa ada cewek yang lebih bodoh lagi dari lo."umpat Violence.

Clara tersenyum getir, "Gue gak berharap juga lo mau maafin cewek sejahat gue, tapi gue tetap nekat pengen minta maaf sama lo atas semua perlakuan buruk gue ke lo."lirih Clara lagi.

"Gue juga males sih maafin lo, ngapain juga."jawab Violence ketus.

"Ya gak papa sih, gue cuman mau minta maaf aja. Semua orang punya kesempatan untuk memperbaiki diri, lo gak mau kasih gue kesempatan untuk itu Violence?"tanya Clara yang mulai memberanikan diri menatap Violence.

"Kalau gue gak mau maafin lo, lo mau apa?"tanya Violence asal.

"Ya gue gak maksa lo juga Violence, tapi kalau di ingat-ingat gue terlalu jahat sama cewek sebaik lo. Gue terlalu terobsesi sama gelar. Gue juga takut banget kehilangan Brayen, padahal kenyataannya udah beda, dan lo pemilik Brayen sebenarnya. Ya gitu lah, penyesalan selalu datang di akhir, kalau di awal kan gue bisa mikir-mikir dulu."ucap Clara cemberut.

"Itu mah lo yang keenakan kalau penyesalan datang nya diawal, ya biarin aja lo nyesel seumur hidup. Lagian jadi cewek jahat banget ke orang, gatel lagi anjir."ledek Violence.

VIOLENCE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang