(18+)
🦋Novel by LsnaaLuna_🦋
PLAGIAT PERGI JAUH-JAUH! HARGAI KARYA YANG SUSAH PAYAH SAYA BUAT⚠️
"Gue gak janji gue bisa nahan diri gue kalau posisi lo gini Violence, gue udah mati-matian nahan diri gue biar gak kurang ajar sama lo."ucap Brayen bera...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Huek huek,"makanan yang tadinya Selena makan semuanya ia muntahkan, dengan Tasya dan Bianca disampingnya.
Tasya memijat-mijat pelan punggung Selena yang terus saja memuntahkan isi perutnya. Sedangkan Bianca membawakan air hangat untuk Selena. "Lo kenapa sih Len, dari tadi muntah-muntah gini? Lo kalau lagi gak enak badan ya gak usah sekolah dong Len, kalau gini bokap lo bisa khawatir."ucap Tasya heran.
"Lo kenapa Len, nih minum dulu deh."ucap Bianca seraya menyodorkan segelas air hangat untuk Selena yang sudah berhenti muntah-muntah.
Selena mengangguk lemah, perlahan ia meminum air hangat itu dengan tubuh yang lemas sekali. "Gue gak tau, perasaan tadi pagi gue sehat-sehat aja kok, kenapa jadi gak enak badan gini ya? Ah, mungkin gue cuman masuk angin sama kecapekan aja, kalian tau lah acara nanti malam itu benar-benar menguras tenaga semua anggota OSIS, gue cuman kelelahan aja."ucap Selena yakin.
"Lo mau gue antar ke rumah sakit aja gak?"tawar Tasya khawatir.
Selena menggeleng cepat, "Gak perlu Sya, gue cuman masuk angin aja, istirahat bentar juga sembuh kok."tolak Selena pelan.
"Yaudah kalau gitu lo pulang aja, biar gue sama Tasya yang bantuin anak-anak OSIS lain, lo istirahat aja dirumah, nanti gue izinin ke guru piket deh."usul Bianca sambil merapikan rambut Selena yang berantakan.
Selena mengangguk cepat, "Thank you ya guys, gue pulang duluan, gue naik taksi aja."pamit Selena.
"Okey, hati-hati ya Len."lambai Tasya seiring kepergian Selena.
"Ayo Sya, kita bantuin anak-anak OSIS lain."ajak Bianca lalu menarik tangan Tasya meninggalkan toilet itu.
Selena berjalan pelan menuju gerbang sekolah, kepalanya rasanya pusing sekali, tubuhnya juga terasa sangat lemas. "Gue kenapa ya? Perasaan gue gak pernah muntah-muntah kaya tadi, gue juga gak salah makan kok. Masa cuman gara-gara gue nyium bau parfum aja sampai muntah-muntah gitu, padahal itu parfum yang biasanya gue pakai juga, aneh banget."heran Selena.
"Gue gak mungkin emm, gak gak pasti ini gak mungkin, Selena ayo berpikir positif, lo cuman masuk angin aja, lo cuman ga enak badan karena kecapekan aja, jangan mikir macam-macam."gumam Selena seraya menepuk-nepuk pelan pipinya, menghilangkan pikiran-pikiran gila yang menghantuinya.
Tak ingin berlama-lama ia segera memesan taksi online dan bergegas pulang ke rumahnya untuk beristirahat dengan harapan setelah ia istirahat semuanya akan baik-baik saja.
***
Disebuah mobil yang disetir oleh David dengan Alex disamping kirinya, juga Naura dan Violence yang duduk dikursi belakang.
Mereka berempat berada dalam satu mobil menuju ke basecamp Raystrack setelah mendapat perintah dari Brayen untuk menjemput dan memastikan keamanan Violence.
"Lo ketemu Daniel tadi Rose?"tanya David memulai obrolan.
Violence berdehem pelan sambil memandang ke arah jendela mobil, kepalanya bersandar nyaman disana. "Kapan ya Vid, Daniel bisa bebas kaya dulu lagi?"tanya Violence lesu.