(18+)
🦋Novel by LsnaaLuna_🦋
PLAGIAT PERGI JAUH-JAUH! HARGAI KARYA YANG SUSAH PAYAH SAYA BUAT⚠️
"Gue gak janji gue bisa nahan diri gue kalau posisi lo gini Violence, gue udah mati-matian nahan diri gue biar gak kurang ajar sama lo."ucap Brayen bera...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suara sirine ambulan memenuhi perjalanan yang begitu menegangkan. Selena terkapar lemah tak berdaya didalam ambulan dengan Violence dan Naura disampingnya, juga Brayen, Daniel dan beberapa anggota Raystrack yang ikut mengawal di belakang ambulan.
Sejak kejadian tadi Selena masih belum juga sadarkan diri, Violence khawatir bukan main, bagaimana jika Selena kekurangan darah dan membahayakan bayinya sendiri. Violence tak akan membiarkan orang lain berkorban untuk keselamatan dirinya.
"Violence, kok bisa gini sih? Lo gak papa kan?"tanya Naura khawatir.
"Gue gak papa, gue bener-bener gak nyangka hal kaya gini bakalan terjadi. Gue gak curiga sama sekali karena saat itu gue cuman fokus nenangin Selena doang. Padahal gue sadar kalau tatapan Selena berubah khawatir saat liat ke belakang gue, sayangnya gue gak langsung peka saat itu."jelas Violence heran.
"Sial, dia bahkan tau lo ada di rooftop saat itu Violence, berarti dia emang udah ngikutin lo dari awal."tegas Naura.
"Pisau itu di lempar dari arah belakang gue, itu artinya saat itu orang itu sembunyi di balik pintu masuk rooftop. Gak ada cctv di tangga rooftop Naura, ini udah direncanain dengan rapi. Sasarannya adalah gue, karena kalau Selena gak dorong gue, pisau itu akan kena punggung gue."jelas Violence secara detail.
"Ini gak bisa dibiarin Violence, ini udah termasuk pembunuhan berencana. Kasus ini harus di bawa ke jalur hukum. Biarin orang kepercayaan bokap lo turun tangan nyelesaiin kasus ini, kalau sampai bokap lo tau ada yang pengen celakain lo, lo taulah gimana responnya."tegas Naura.
"Gak! Jangan sampai bokap gue tau soal ini, karena kalau sampai itu terjadi mungkin aja satu sekolah bakalan penuh sama bodyguard bokap gue. Gue gak mau itu terjadi apalagi kalau semua orang tau siapa gue, ini privasi gue Ra. Gue akan bawa kasus ini ke jalur hukum, tapi cukup gue sama Brayen dan Daniel aja yang urus, jangan bawa-bawa bokap gue."tegas Violence menolak keras.
"Okey gue hargain keputusan lo, yang penting kasus ini harus dibawa ke jalur hukum."putus Naura.
Ambulan sudah berhenti tepat didepan rumah sakit. Bersamaan dengan beberapa suster yang mulai membawa Selena ke ruang UGD untuk ditangani secara serius.
Brayen, Daniel dan anggota Raystrack lainnya berlari masuk menghampiri Violence dan Naura. Seolah mengerti Brayen langsung mendekap erat tubuh Violence ke dalam pelukannya, membiarkan wanita itu sedikit lebih tenang dari sebelumnya. "Tenang aja, gak akan terjadi apa-apa sama Selena, percaya sama gue."ucap Brayen menenangkan.
Violence terus menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Brayen, "Gue takut bayinya kenapa-napa, Selena pasti kehilangan banyak darah."tutur Violence.
"Udah sayang tenang dulu, dokter akan lakuin yang terbaik untuk Selena."ucap Brayen lembut sambil mengusap pelan rambut Violence.