(18+)
🦋Novel by LsnaaLuna_🦋
PLAGIAT PERGI JAUH-JAUH! HARGAI KARYA YANG SUSAH PAYAH SAYA BUAT⚠️
"Gue gak janji gue bisa nahan diri gue kalau posisi lo gini Violence, gue udah mati-matian nahan diri gue biar gak kurang ajar sama lo."ucap Brayen bera...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suara gemericik air terdengar jelas di malam yang sunyi ini, shower yang sedari tadi terus mengalir membasahi Selena yang terduduk lemas di lantai sambil memeluk kedua lututnya erat. Air matanya terus keluar bersamaan dengan air yang tak henti-hentinya mengguyur tubuhnya yang hampir tak berdaya.
Tatapannya kosong, menatap ke depan kakinya. Sebuah tespek tergeletak begitu saja diatas lantai, tubuh Selena bergetar hebat menahan suara tangisnya agar tak terdengar oleh ayahnya. Dua garis merah terpampang nyata di tespek itu membuat dunianya seakan runtuh malam ini juga.
Bibirnya memucat, tubuhnya sedikit membiru karena kedinginan, namun ia tak juga mematikan shower itu. Ia hanya terus terisak-isak dalam tangisnya, menyesali segala hal yang tak bisa ia perbaiki lagi. "Bodoh banget sih gue, hiks hiks lo harus apa sekarang Selena? Lo gak mungkin bunuh anak lo sendiri hiks hiks, kenapa lo tuh bodoh banget sih."lirih Selena menyedihkan sambil memukul-mukul kakinya sendiri.
Ayahnya bisa saja mengusirnya dari rumah jika mengetahui soal ini, bahkan kemungkinan terburuk ayahnya bisa saja membunuhnya. "Bunda, Selena harus apa? Hiks hiks kenapa bunda tinggalin Selena sendirian di dunia yang jahat ini, papah gak pernah perduli sama Selena lagi bunda, papah cuman sibuk gonta-ganti cewek dan bawa kerumah ini, hiks hiks."keluhan itu terdengar begitu menyedihkan bagi siapapun yang mendengarnya.
Selena kehilangan arah, kehilangan tujuan, bahkan kehilangan masa depan. Hidupnya terenggut dan hancur tak tersisa, meninggalkan penyesalan terbesar dalam hidupnya.
"Gimana cara gue minta pertanggungjawaban ke Arsen, ARGHHHHHH KENAPA LO TUH BODOH BANGET SELENA, HIDUP LO UDAH BERANTAKAN DARI AWAL DAN SEKARANG UDAH HANCUR!"teriak Selena histeris.
"Kenapa harus gue Tuhan? Selena udah gak kuat lagi, kehilangan bunda aja udah berat banget Tuhan, hiks hiks."tangisnya yang tak kunjung reda.
Selama ini Selena hidup tanpa semangat, bayangkan saja burung yang terbang dengan satu sayap yang patah, apakah burung itu bisa terbang lagi? Selama ini Selena sudah kehilangan satu sayapnya, bahkan satu sayapnya lagi sudah tergores.
Pikiran Selena kosong, ia tak tau harus melakukan apalagi, kembali diam dan membisu itulah yang ia lakukan. Perasaan hancur dan keadaan yang juga menghancurkan nya. Dunia ini jahat, sungguh jahat padanya.
***
Setelah mendengar Doni sudah sadarkan diri, Brayen dan anggota inti Raystrack bersama dengan Violence langsung bergegas ke rumah sakit. Naura tidak ikut dikarenakan kondisi fisiknya yang kurang sehat. Violence bersikeras melarang Daniel ikut, karena ia khawatir Daniel malah ikut campur nanti. Namun setelah Daniel berjanji untuk diam saja dan tak ikut berbicara pada Doni, akhirnya Violence mengizinkan Daniel ikut dengan syarat tidak boleh berkelahi dengan Brayen apapun alasannya.
Mereka berjalan beriringan di lorong rumah sakit, menuju ke kamar tempat Doni di rawat. Daniel terus saja berada disamping kiri Violence dengan Brayen disamping kanan Violence yang menatap ke arah Daniel dengan penuh permusuhan. Semenjak kedatangan Daniel, Brayen terus menatapnya tajam. "Eh lo ngapain ikutan sih, lo tuh gak diajak."sewot Brayen sambil menggenggam erat tangan Kanan Violence.