Hard enough training

69.8K 3.2K 54
                                        

Disinilah Brayen dan seluruh anggota Raystrack berada

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Disinilah Brayen dan seluruh anggota Raystrack berada. Di basecamp yang besar dengan fasilitas beberapa kamar didalamnya. Ini sebenarnya apartemen Brayen, namun anggota Raystrack menganggap ini sebagai basecamp mereka.

Brayen menatap layar ponselnya, sesekali tersenyum mengingat kebersamaannya dengan Violence tadi malam. Tentang bagaimana manjanya wanita itu padanya. Rasanya ia hampir gila hanya karena memikirkan hal semacam itu.

"Bos kenapa woy, senyum-senyum dari tadi."heran salah satu anggota Raystrack itu. Alex dan Farhan yang tadinya sibuk memakan cemilan sontak menoleh ke arah Brayen.

Alex berdiri, menjawab semua pertanyaan yang muncul dari semua anggota Raystrack itu.
"Jadi gini nih, pak ketua lagi bahagia sekarang. Kita akan punya ibu ketua dalam waktu dekat."teriak Alex yang mampu didengar oleh seluruh anggota Raystrack.

Semuanya bersorak ramai, seolah mengerti siapa wanita yang dimaksudkan Alex barusan. "Udah-udah jangan usil lo Lex, kembali ke topik awal. Kemarin gue sama Rifki liat panti asuhan yang deket jembatan besar itu mau digusur, mereka semua sampai didorong-dorong kasar banget gila. Itu tanahkan emang bukan milik resmi tuh panti, tapi bukan berarti orang lain merasa berkuasa atas tuh tanah. Gue sama Rifki langsung turun tangan kemarin, kita sempat berantem juga. Menurut kalian gimana soal ini?"tanya David serius, geng motor Raystrack ini memang benar-benar menghargai pendapat masing-masing. Jika ada masalah maka mereka akan rapat terlebih dahulu.

"Bener tuh, gue sama David sempat berantem juga kemarin. Gue juga heran kok ada orang yang sejahat itu sama anak yatim woy!"emosi Rifki melonjak.

Alex selaku wakil ketua Raystrack ikut angkat suara.
"Kalau gini sih gak bisa dibiarin lagi, makin ngelunjak yang ada. Tuh panti juga harusnya jadi tanggung jawab kita buat ngelindungin anak-anak disana."

Panti itu adalah tanggung jawab Raystrack juga. Setiap bulannya Raystrack menyumbang kan uang kas mereka untuk panti itu. Demi kesejahteraan hidup anak-anak yatim disana.

"Kita kasih pelajaran aja Lex, ini sama aja mereka ngehina kita,"teriak Azhar salah satu anggota Raystrack lainnya.

"Gue sih setuju sama Azhar, ini penghinaan bagi kita men. Semua orang juga tau tuh panti ada dibawah naungan kita semua."sahut yang lainnya.

Brayen yang tadinya diam akhirnya berjalan mendekat kearah seluruh anggota nya itu.
"Kita kesana sore ini, gue beli tanah itu. Azhar sama Reza, gue minta lo berdua buat ngurus surat pernyataan kalau tanah itu resmi milik panti itu. Sore besok kita akan ikut kerja bakti buat bersihin mesjid dekat panti itu. Semua anggota Raystrack gue minta untuk persiapin semua ini! Kita akan bagi-bagi makanan gratis untuk orang yang membutuhkan."seperti biasanya Brayen selalu bisa diandalkan sebagai ketua.

Itulah kenapa mereka percaya pada Brayen seutuhnya. Pria berandalan itu memiliki hati yang benar-benar tulus dalam membantu orang lain.
"Siap bos."jawab Reza dan Azhar bersamaan.

VIOLENCE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang