(18+)
🦋Novel by LsnaaLuna_🦋
PLAGIAT PERGI JAUH-JAUH! HARGAI KARYA YANG SUSAH PAYAH SAYA BUAT⚠️
"Gue gak janji gue bisa nahan diri gue kalau posisi lo gini Violence, gue udah mati-matian nahan diri gue biar gak kurang ajar sama lo."ucap Brayen bera...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sepulang sekolah seperti biasanya anak-anak Raystrack selalu berkumpul di basecamp Raystrack. Namun hari ini Violence dan Naura langsung pulang ke rumah karena Johannes menyuruh Violence untuk pulang lebih cepat. Alhasil Violence tak bisa mampir ke basecamp dulu.
Tak semua anggota ada di basecamp, yang lainnya sedang ada kesibukan masing-masing. Di base camp hanya ada Brayen dan anggota inti Raystrack. Hanya berlima saja tanpa anggota lainnya.
Hal yang mengejutkan terjadi, Rifki tiba-tiba berdiri dan berjongkok didepan Brayen yang tengah duduk di sofa. Ia menundukkan kepalanya seraya melepas jaket Raystrack kebanggaan nya lalu menyerahkan jaket itu pada Brayen. "Ki maksud lo ngasih jaket punya lo ke gue apa?"tanya Brayen heran.
Alex, David dan Farhan tak ada yang berani bersuara, mereka hanya diam mencoba memahami keadaan sekarang. "Gue udah khianatin lo Brayen. Sekarang gue mau jujur sama lo, please dengerin gue, setelah gue selesai cerita lo berhak ambil keputusan, gue juga siap dikeluarkan secara tidak hormat dari geng Raystrack."ucap Rifki masih menunduk.
"Lo apa-apaan sih Ki, maksud lo apa ngomong begitu?"tanya Farhan tak terima.
Namun Brayen menoleh tajam ke arah Farhan, hal itu sukses membuat Farhan bungkam seribu bahasa. Ia tak berani lagi protes tentang hal apapun. "Okey, lo cerita dulu."jawab Brayen berusaha mendengarkan segala penjelasan Rifki.
Masih dengan posisi yang sama, berjongkok tepat didepan Brayen, ia menunduk tak berani menatap mata Brayen. "Gue khianatin lo Brayen, semua yang Clara bilang tentang lo yang udah renggut kehormatan dia, itu semuanya bohong. Lo gak pernah renggut kehormatan Clara atau bahkan nyentuh dia sedikitpun. Ini semua cuman rencana Clara biar bisa jadian sama lo."ucap Rifki pelan.
Semua yang ada disana kaget bukan main, terutama Farhan yang memang lebih dekat dengan Rifki namun tak pernah tau soal ini. "Malam itu, gue yang bantuin Clara, saat lo semua mabuk dan hilang kesadaran, Clara datang dan minta tolong gue buat bawa lo ke hotel dekat bar itu. Gue juga matiin cctv disana untuk memastikan keamanan gue sendiri juga Clara. Gue udah nunggu Clara lebih dulu di kamar itu, Clara sengaja memapah tubuh lo sendiri biar seolah-olah si cctv itu emang beneran keliatan kalau kalian berdua masuk satu kamar yang sama. Tapi cctv di kamar udah gue matiin."jelas Rifki pelan.
Ia menghela nafasnya pelan sebelum melanjutkan ceritanya, "Waktu itu lo benar-benar kehilangan kesadaran. Clara yang buka baju lo dan celana jeans yang lo pakai. Setelah itu dia nutupin tubuh lo pakai selimut yang ada di hotel itu, dia juga sengaja ngelepasin semua pakaian dia dan cuman nutupin tubuh dia dengan selimut. Itu semua Clara lakukan agar semuanya lebih meyakinkan dan Brayen gak curiga sama sekali kalau semua ini cuman rekayasa."jelas Rifki lagi.
Tatapan marah teman-temannya terlihat begitu jelas, bahkan tatapan kebencian juga terpancar disana. "Gue yang udah bantuin Clara selama ini, itu semua gue lakuin karena gue sayang banget sama dia. Gue bahkan gak berpikir kalau ini akan menghancurkan kebahagiaan Brayen dan itu karena gue."lirih Rifki lagi.