(18+)
🦋Novel by LsnaaLuna_🦋
PLAGIAT PERGI JAUH-JAUH! HARGAI KARYA YANG SUSAH PAYAH SAYA BUAT⚠️
"Gue gak janji gue bisa nahan diri gue kalau posisi lo gini Violence, gue udah mati-matian nahan diri gue biar gak kurang ajar sama lo."ucap Brayen bera...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pelukan itu terlepas kala tangisan Clara perlahan mulai mereda. Ia mengusap pelan sisa-sisa air mata di pipinya. "Maafin gue ya Brayen, atas semua perlakuan gue selama ini ke lo dan yang lainnya. Gue akan minta maaf ke Violence atas semua perlakuan gue ke dia."lirih Clara pelan.
Brayen tersenyum, "Gue harap lo bisa jauh lebih baik Clara, lo bisa bahagia dengan orang yang bener-bener sayang sama lo. Semuanya udah selesai, gue juga udah ikhlasin semuanya. Lo juga harus menerima semua kenyataan ini. Gue gak mau cuman gara-gara ini hubungan kita jadi rusak dan membahayakan Violence. Gue mohon jangan ganggu Violence lagi."pinta Brayen tulus.
Clara tertawa getir, "Gue gak akan ganggu Violence lagi, tapi dengan satu syarat."ucap Clara membuat Brayen menatapnya lebih dalam.
"Syarat apa?"tanya Brayen heran.
"Rifki nuduh gue yang lempar pisau itu, gara-gara kalung gue jatuh di tangga rooftop beberapa hari yang lalu. Dia ke rumah gue kemarin dan nuduh gue macam-macam. Jujur gue sakit hati banget. Gue mohon bantuin gue jelasin ini ke Rifki. Gue sayang sama Rifki, Brayen. Gue gak tau mulai kapan perasaan ini muncul, tapi semenjak Rifki jauhin gue, rasanya hidup gue hampa banget. Itu juga yang bikin gue sadar kalau sebenarnya gue tuh sayang sama Rifki. Gue emang ngejar-ngejar lo, tapi gue rasa itu hanya obsesi karena gue takut gelar gue terenggut. Setelah gue pikir-pikir gue gak perlu gelar sebagai ratu Raystrack lagi, gue cuman mau Rifki balik ke gue lagi."lirih Clara pelan
"Rifki sayang banget sama lo Ra. Dia bahkan rela ngelakuin hal yang bahkan membahayakan dirinya sendiri demi lo. Dia rela khianatin gue demi lo. Harusnya lo sadar itu dari awal Ra."jelas Brayen pelan.
"Brayen gue mohon bantuin gue. Gue cuman pengen ngomong sama dia dan ungkapin perasaan gue, gue gak papa kok kalau seandainya Rifki nolak gue. Gue ikhlas kok, asalkan gue bisa ungkapin perasaan gue dulu ke dia. Gue akan lega kalau udah ngomong sama dia."mohon Clara.
"Gue gak bisa bantuin lo banyak hal Clara, tapi nanti sepulang sekolah gue akan suruh Rifki nunggu di belakang sekolah. Lo samperin dia kesana."ucap Brayen.
"Lo serius?"tanya Clara dengan tatapan berbinar-binar.
"Hm, jangan sia-siakan kesempatan yang gue kasih."tegas Brayen lalu berjalan meninggalkan Clara sendiri diatas rooftop itu.
"THANKS YA BRAYEN."teriak Clara bersamaan dengan tubuh Brayen yang mulai lenyap dari pandangannya.
***
Brayen berjalan santai menuju kelas Violence, rasanya ia benar-benar merindukan kekasihnya itu. Ia tak sabar ingin bertemu dengan Violence dan memberitahu jika hubungannya dengan Clara sudah benar-benar selesai.
Violence tengah membaca buku di kelasnya. Ia sebenarnya tau jika Brayen berlari-lari kecil menghampirinya namun ia sengaja mengabaikan Brayen kali ini, ia tetap fokus membaca buku tanpa menghiraukan keberadaan Brayen. "Sayang, udah makan siang belum? Gue beliin makanan ya?"tawar Brayen lembut sambil duduk di kursi yang ada disamping Violence.