(18+)
🦋Novel by LsnaaLuna_🦋
PLAGIAT PERGI JAUH-JAUH! HARGAI KARYA YANG SUSAH PAYAH SAYA BUAT⚠️
"Gue gak janji gue bisa nahan diri gue kalau posisi lo gini Violence, gue udah mati-matian nahan diri gue biar gak kurang ajar sama lo."ucap Brayen bera...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Berita kehamilan Selena menyebar dengan sangat cepat ke seluruh penjuru sekolah, hampir semua siswa-siswi menggunjing dirinya, mengata-ngatainya, bahkan menghina dirinya secara terang-terangan layaknya sampah tak berharga.
Selena tetap memaksakan dirinya untuk hadir ke sekolah meskipun tau mungkin dirinya akan dikeluarkan dari sekolah ini. Setelah kabar ini sampai ke telinga ayahnya, ayahnya memukul Selena tanpa rasa kasihan sedikitpun. Bahkan terlihat beberapa tanda memar pada tubuhnya. Bukan hanya itu, ayahnya juga melempar koper berisi barang-barangnya dan mengusirnya dengan kejam dari rumah itu.
Selena hanya punya sisa uang yang ada diatmnya. Tidak banyak namun sekiranya cukup untuk menyewa tempat tinggal dalam beberapa bulan ke depan, selebihnya sepertinya Selena harus bekerja untuk menghidupi dirinya juga calon bayinya.
Sepanjang perjalanan kakinya melangkah di koridor sekolah, banyak sekali hinaan-hinaan yang terdengar di telinganya. Selena hanya menundukkan kepalanya sambil terus berjalan menuju kelasnya.
"Katanya kaya, kok jual diri?"
"Murahan banget anjir, dih najis."
"Masih berani dia datang ke sekolah, dasar gak tau malu."
"Dih si jalang udah dateng tuh."
"Primadona sekolah kok hamil duluan, miris banget."
Masih banyak lagi hinaan yang kerap menemani Selena dalam setiap langkahnya yang kian lama kian terasa berat. Karena rasanya ia tak sanggup lagi untuk melanjutkan langkahnya menuju kelas, akhirnya Selena berlari ke rooftop sekolah dan mengabaikan orang-orang yang menatapnya dengan hina.
"Violence lo udah denger soal Selena yang katanya hamil."tanya Naura yang tengah berjalan berdua dengan Violence.
"Arsen, pasti dia pelakunya Ra. Selena pernah tidur sama dia, gue tau semuanya."ucap Violence panik. Bahkan ia juga mengetahui segala hal tentang keluarga Selena.
"Jadi ini karena Arsen?"tanya Naura agak takut, mendengar namanya saja mampu membuatnya takut.
"Bener Ra, lo ke kelas duluan aja. Gue mau nyusulin Selena dulu, gue khawatir tuh anak malah nekat. Jangan bilang Brayen dan Daniel soal ini. Gue pengen selesaiin ini sendiri."putus Violence cepat. Ia berlari tak tau arah sambil terus bertanya pada beberapa siswa tentang apakah mereka mengetahui dimana Selena sekarang.
Kala menyadari jika Selena berlari ke rooftop sekolah, Violence dengan cepat menyusul langkahnya ikut naik ke rooftop sekolah juga. Feeling nya mengatakan jika Selena ingin mengakhiri hidupnya.
Selena menghentikan langkahnya tempat diujung rooftop sekolah. Tatapannya kosong seolah tak ada harapan lagi dalam hidupnya. Bahkan air matanya rasanya sudah habis terkuras. Bersamaan dengan kepalanya yang terasa berat, pundaknya rasanya tak mampu memikul beban seberat ini.
Selena berniat naik ke atas pagar rooftop, ia mengambil kursi kayu didekat sana untuk membantunya naik ke pagar itu.
Hingga saat Selena mengangkat kakinya dan memejamkan matanya untuk melepaskan semua beban juga kehidupan gilanya ini, Violence datang dengan nafas ngos-ngosan karena berlari dari tangga bawah dan menarik paksa tubuh Selena untuk menjauh dari sisi rooftop itu.