(18+)
🦋Novel by LsnaaLuna_🦋
PLAGIAT PERGI JAUH-JAUH! HARGAI KARYA YANG SUSAH PAYAH SAYA BUAT⚠️
"Gue gak janji gue bisa nahan diri gue kalau posisi lo gini Violence, gue udah mati-matian nahan diri gue biar gak kurang ajar sama lo."ucap Brayen bera...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lebih dari 15 menit sudah Violence menunggu hingga ia ketiduran diatas sofa, jam menunjukkan pukul 3 siang. Brayen akhirnya datang bersama dengan Alex disampingnya.
Brayen merasa bersalah karena meninggalkan wanitanya. Sedangkan Violence nampak nyaman sekali tertidur diatas sofa yang cukup luas untuk ia berbaring. "Han, ambilin bantal dong dikamar gue."perintah Brayen sangat pelan.
"Siap bos."jawab Farhan yang langsung berlari kecil kekamar Brayen dan menyerahkan bantal itu pada Brayen.
Perlahan tangan Brayen mengangkat kepala Violence dan meletakkan bantal itu dibawah kepalanya, menggeser posisi Violence agar lebih nyaman. Brayen melepas jaketnya lalu menutupi tubuh Violence. Membiarkan wanita itu terlelap dalam tidurnya.
Anggota lain tetap melanjutkan aktivitasnya, yang awalnya sangat berisik kini mendadak hening tanpa suara, takut mengganggu tidur Violence. "Kita kesana jam 5 aja ya, gue udah konfirmasi juga, biar gak terlalu malam juga."ucap Brayen sangat pelan.
Seluruh anggota mengangguk dengan cepat, tak ada yang berani mengeluarkan suara karena takut Violence terusik dalam tidur nya.
***
"Saya akan berangkat sekarang, beritahu Rose nanti. Saya harus buru-buru, persiapkan dirinya untuk nanti malam. Saya tidak ingin mendengar kesalahan sedikitpun."ucap Johannes pada orang kepercayaannya.
"Baik tuan."jawab nya tegas. Bersamaan dengan itu, Johannes dengan cepat melangkahkan kakinya menuju jet pribadi nya.
Keberangkatan yang mengejutkan, Johannes merencanakan keberangkatan nya pada malam ini, namun keadaan begitu mendesak hingga memaksanya untuk lepas landas sekarang juga. Ia harus sampai di London secepatnya.
***
Dibawah lampu gemerlapan, dengan musik yang begitu mengganggu pendengaran, Arsen menyesap sebatang rokok ditangannya. Ditemani dengan Selena sang primadona sekolah disampingnya. Bukan karena Arsen menyukai wanita cantik itu, ia memang terkenal suka bermain wanita, jadi jangan pernah berharap lebih pada seorang Arsen.
Berbeda halnya dengan Selena, ia menganggap perlakuan manis Arsen adalah tanda jika pria itu mencintainya. Dengan gelar Arsen sebagai ketua basket disekolahnya tentu akan membuat nama Selena semakin melambung tinggi. Obsesi Selena untuk mendapat kedudukan yang terpandang disekolahnya membuatnya haus akan pujian orang lain. Ia ingin semua orang memujinya karena berhasil meluluhkan Arsen dengan kecantikannya.
Arsen merengkuh mesra pinggang Selena yang memakai pakaian sangat minim malam ini, kesadaran Arsen hanya tinggal separuh. Ia terlalu banyak minum malam ini. "Mau tidur bareng gue gak Selena?"goda Arsen tepat disamping Selena, ada sedikit rasa takut yang muncul dalam hati Selena, namun pesona Arsen benar-benar membuatnya tergila-gila. Bercampur obsesinya untuk mendapatkan gelar wanita Arsen membuatnya mengubur jauh-jauh rasa takutnya.