The real villain.

33.8K 1.8K 41
                                        


Sesuai janjinya Brayen tiba disekolah bersama dengan Violence, bahkan keduanya terlihat bergandengan tangan sepanjang koridor sekolah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sesuai janjinya Brayen tiba disekolah bersama dengan Violence, bahkan keduanya terlihat bergandengan tangan sepanjang koridor sekolah. Brayen kekeuh ingin tetap mengantarkan Violence hingga ke depan kelasnya dan meninggalkan Naura bersama Alex di parkiran.
"Thanks udah nganterin gue, sekarang lo balik ke kelas. Belajar yang bener, katanya pengen buktiin sama bokap gue?"ledek Violence.

"Siap tuan putri, gue janji belajar yang bener. Kalau ada apa-apa telpon gue ya sayang. Gue balik ke kelas dulu."pamit Brayen mengecup singkat pipi kanan Violence.

Violence menggeleng pelan melihat kelakuan Brayen barusan, lalu berjalan memasuki kelas tanpa memperdulikan tatapan siswa-siswi lain terhadapnya. Lagi pula Violence tidak mengganggunya.

Violence duduk perlahan di kursinya, berniat membaca buku pelajaran minggu lalu. Namun matanya menemukan kotak kecil berisi coklat dengan note kecil diatasnya.

Coklat manis untuk pacar gue yang manis
-Brayen<3

Violence tertawa kecil membacanya, kapan pria itu memasukkan coklat ini ke dalam tasnya. Pria itu memang penuh dengan kejutan.
"Lo tega banget ninggalin gue sama Alex diparkiran."kesal Naura yang baru saja berlari kecil memasuki kelas.

"Emang Alex gak nganterin lo ya?"tanya Violence heran.

"Dia mau ke kantor polisi, katanya pelaku kemarin itu udah terungkap, jadi Alex izin untuk kesana. David juga gak masuk sekolah lagi hari ini. Selena keluar pagi, jadi kita bisa jenguk dia di basecamp nanti. David yang bantu dia pindah ke basecamp, satu kamar khusus buat dia."jelas Naura.

"Sekarang gue lega, semuanya udah beres. Kasus itu juga udah terungkap, dan Selena punya tempat tinggal yang layak. Gue harap semuanya bertahan lama. Selena berhak sih dapetin cowok kaya David, David sahabat terbaik gue. Gue juga yakin David bisa jadi sosok ayah buat anaknya Selena."jelas Violence mengutarakan maksudnya.

"Kira-kira pelakunya siapa ya Violence? Gue jadi penasaran. Kenapa dia pengen banget bunuh lo? Emang lo salah apa sama dia?"tanya Naura heran.

"Udah lah gak usah dipikirin, yang penting semuanya udah aman. Lagian juga Alex bisa ngurus semuanya."jelas Violence lagi.

Pembicaraan terhenti kala guru mata pelajaran memasuki kelas mereka, pelajaran akhirnya di mulai.

***

Alex melempar kasar hasil penyelidikan itu dihadapan Brayen dan anggota inti Raystrack.
"Brengsek, the culprit is Arsen. Gila banget gak sih? Arsen pengen celakain Violence!"teriak Alex emosi.

"Gue gak akan tinggal diam, gue bunuh tu orang!"Brayen bangkit berniat menemui Arsen di rumahnya namun Farhan dan Rifki menahannya dengan cepat.

"Brayen jangan main hakim sendiri, kasus ini udah kita bawa ke jalur hukum. Arsen akan masuk penjara."tegas Farhan sambil menepuk pelan pundak Brayen.

VIOLENCE Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang