Perlahan tenggelam dalam kehampaan. Satu per satu, orang-orang yang dulu mengelilinginya pergi. Beberapa dengan alasan, beberapa tanpa penjelasan. Dunia yang dulu terasa hangat kini dingin dan sunyi, meninggalkannya sendirian dalam gelap.
Awalnya me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
.
.
Sudah seminggu atas kematian sang ketua divisi pertama touman Baji Keisuke. Kematian yang tragis, ditikam oleh temannya sendiri. Dan kejadian tawuran Touman vs Valhalla pun disebut Hallowen berdarah.
Namun. Setelah berkunjung kerumah (Name) dan memberi tahu kalau baji metonk, Diantara mereka yang fokus melihati (Name) serta chifuyu beradu mulut. Ada seorang yang salah fokus hanya karena papan marga yang bertuliskan Sano
Ia Hanagaki takemichi.
Takemichi berpikir sekuat kemampuan otaknya demi mendapatkan jawaban dari soal yang dari kemarin tidak bisa dirinya jawab.
"Apa ini? Marga Mikey dan (Name) sama! Pertanda apa ini?!"
-
Drtttdrttt
Sang hawa terbangun dengan kepala yang pening, tubuhnya terasa pegal semua karena tidur dalam posisi yang sama dalam beberapa jam dibawah lantai yang keras.
"Uh.. siapa?"
Ia merogoh tasnya mencari sebuah ponsel yang berdering
"Paman? Kenapa menelponku malam malam" Tanyanya entah kepada siapa.
Apakah kata malam cocok disandingkan pada langit yang kini cerah benderang kayak masa depan mikeh nak?
"Ha—"
"DASAR BOCAH AWAS KAU KENAPA TELEPON KU DARI TADI TIDAK DIANGKAT?!"
(Name) terlonjak kaget ia menenangkan kuping nya yang langsung saja mendenging.
"Paman.. kau membuat telingaku berdenging.."
"Siapa suruh telepon ku dari tadi tidak diangkat!"
(Name) menghela nafasnya panjang. Ia tak punya tenaga sekarang untuk bercekcok mulut dengan toji, "kenapa? Langsung ke intinya saja paman"
"Kau Datanglah kesini obat mu sudah datang.."
Matanya berbinar, ia ingin langsung ke bar toji saja sekarang. Tapi melihat wujudnya yang berantakan....
"Mungkin kapan kapan saja aku kesana. Aku lagi sibuk"
"Kau habis makan apa? Biasanya langsung melesat kesini kalau mau obat"
"Sibuk
"Hmm ya sudah ka—TUT!"
Ia menaruh ponselnya kesembarang tempat. Jemarinya ia letakkan di pangkal hidung dan menekannya.