2

2.6K 231 4
                                        

Seminggu berlalu, Izana dan Kakucho akhirnya mulai beradaptasi dengan keluarga Sano. Mereka tak lagi canggung saat duduk di meja makan atau ketika berbicara antara satu dan lainnya. (Name) yang awalnya merasa ragu, kini mulai terbiasa dengan kehadiran mereka.

Hari ini, di halaman rumah, ketiganya bermain bersama. Izana tertawa kecil saat Kakucho berusaha mengejar (Name) yang lincah berlari menghindar. Matahari sore menyinari wajah mereka, menciptakan bayangan panjang di tanah. Untuk pertama kalinya sejak kedatangan mereka, (Name) merasa bahwa mungkin, hanya mungkin, kedatangan ini bukanlah hal yang buruk.

.

.

.

"Hei! Ayo ke taman!" Usut (Name) mengajak. Kakucho yang menetralkan nafasnya sehabis berlari langsung menggeleng.

"Tidak boleh! Sudah sore. Nanti kita lambat pulang!"

(Name) Seketika cemberut begitu mendengarnya, Izana yang melihat raut sedihnya langsung berdiri.
"Ayo. Belum juga terlalu sore"

"Tapi Izana!"

"Sekali saja Kakucho~"

"Sekali saja Kakucho~"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❄️❄️❄️

Di taman yang luas, ketiganya bermain dan membangun istana pasir. Kakucho sesekali menepuk pasir untuk meratakannya, sementara (Name) menambahkan menara kecil di istananya. Izana tersenyum puas melihat hasilnya.

Begitu istana pasir mereka hampir selesai, terdengar suara kaca pecah mendadak. (Name), Izana, dan Kakucho sontak berhenti, saling berpandangan dengan mata penuh tanya.

"Apa itu?" Tanya (Name) pelan

Izana bangkit tanpa sepatah kata pun. Ia melangkah menuju rumah dari mana suara itu berasal. Kakucho dan (Name) ragu-ragu sebelum akhirnya mengikuti, sayup-sayup terdengar suara orang sedang bertengkar diiringi dengan suara barang yang dilempar. Hati mereka dipenuhi firasat buruk.

"DASAR KAU BRENGSEK! BAGAIMANA BISA KAU MENYELINGKUHIKU?!"

"SADAR DIRI! KAU HANYA MENGHABISKAN UANGKU!"

Begitu mereka tiba, pintu rumah terbuka kasar, hampir terlepas dari engselnya, bahkan sekitarannya sangat tidak terurus. Dua orang dewasa keluar dari rumah itu tanpa ada interaksi apapun.

Izana melangkah masuk begitu dua orang dewasa itu keluar dari rumah. Tatapan ungunya menajam, menelusuri bagian rumah ini hingga akhirnya langkahnya terhenti. Kakucho dan (Name) mengikuti, meski perasaan mereka tidak baik.

𝐖𝐡𝐞𝐫𝐞 𝐈𝐬 𝐌𝐲 𝐇𝐞𝐫𝐨?-𝑻𝒐𝒌𝒚𝒐 𝑹𝒆𝒗𝒆𝒏𝒈𝒆𝒓𝒔 ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang