Perlahan tenggelam dalam kehampaan. Satu per satu, orang-orang yang dulu mengelilinginya pergi. Beberapa dengan alasan, beberapa tanpa penjelasan. Dunia yang dulu terasa hangat kini dingin dan sunyi, meninggalkannya sendirian dalam gelap.
Awalnya me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
.
.
.
"Rin Rin! Lihat! Apa dia benar benar Ratu Tak Terkalahkan yang asli?!"
"Si—onnnn! Lihat! Apa kau percaya?!"
Bisakah Haitani Rindou membuang kakaknya kerawa rawa? Sejak tadi pagi Ran sudah berlaku Absurd begini. Mengatakan istilah Ratu Tak Terkalahkan yang sempat membeberkan jepang kemarin sore.
"Ran sialan! Diam atau kulempar kau keluar!" Mochi berucap demikian. Ran sedari tadi menghampiri satu satu anggota Tenjiku dan bertanya apa dia asli? Atau apalah itu. Dirinya—tidak semuanya sudah muak!
Ran kemudian duduk kembali dikursinya. Padahal mereka sedang rapat tapi Ran malah membahas hal lain. Ah..tidak juga, sebenarnya ini salah satu topik rapat mereka. Ran duduk dan tidak terlihat peduli pada kakucho yang lebih mendominasi pembicaraan disana, ia menatapi Hpnya dengan serius seolah menunggu sesuatu.
Ting!
Notifikasi itu menarik perhatian satu ruangan. Kini mereka menatapi Ran yang mematung sembari melihati hpnya.
"Ada apa?" Tanya Rindou. Ia mengintipi hp ran, Matanya membulat menatap tidak percaya.
"NYALAKAN TV!" Teriak Ran menggebu gebu, ia menyetel remote tv dan mengganti saluran ke berita.
TR TV
Pelaku membuat onar diwilayah kanto sudah diamankan. Pelaku berinisial S yang sempat menyatakan dirinya jika dia Ratu Tak Terkalahkan. Namun kini dia membuka suara bahwa S bukanlah sosok Ratu Tak Terkalahkan yang Asli.
"JADI DIA NGAKU NGAKU?!"
Semuanya terdiam. Setelah mendengar berita dari tv mereka mengambil Hp dan membuka aplikasi teteweiter.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.