35

781 101 22
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

.

.

.

Hari kembali berjalan seperti biasanya, tidak ada yang berubah. Bahkan sosok (Name) yang kembali kesetelan awalnya. Ia bersekolah setelah bolos seperkian hari, yang kini ia tengah duduk dengan perasaan bosan mendengarkan guru berbadan gempal menjelaskan materi didepan sana.

Lima menit lagi istirahat. Nanti apa yang (Name) lakukan? Dia tidak punya teman segender disekolah ini, jangankan segender yang berbeda genderpun suka segan dekat dengannya. Ia menghela nafas, bel istirahat sudah berbunyi semua siswa siswi berhamburan keluar kelas.

". . . . . . ."

"Ugh!" (Name) Mengusak rambutnya kesal, disaat saat begini ia malah teringat akan Baji yang sering datang kekelasnya membawa camilan ringan untuk dimakan bersama. Ini emang ceritanya gamon, cuma gengsi aja😏

Kenapa juga ya orang-orang terdekatnya pada mati konyol? Gaada tuh yang matinya umur ratusan. (Name) Berusaha menghilangkan sepintas bayangan baji dipikirannya, semakin dipikir semakin muncul pula kenangan itu.

"Menyebalkan.."

☘️☘️☘️

Setelah pulang dari sekolah (Name) langsung pergi kemakam umum, wajahnya prengat prengut tidak jelas.
"Kau ini menyebalkan sekali ya, bisa tidak jangan ganggu sehari saja?!"

(Name) Berbicara pada makam Baji didepan, faktanya (Name) sebenarnya masih gamon pakek bgt sm baji setidaknya kepikiran 20 kali sehari.

Kalau kurang mungkin ketiduran, atau gak emang lagi sibuk.

Telinganya mendengar desas desus keributan didepan gerbang makam, (Name) memejamkan matanya tidak peduli. Mungkin hanya dua sejoli yang baku hantam hanya karna urusan percingtaan. Hawa ini membuatnya tenang sejenak, angin sepoi sepoi di musim dingin membuatnya mengeratkan jaket.

". . . . . . "

Setelah mendekam kurang lebih 30 menitan (Name) berdiri dan meninggalkan makam baji, ia lapar harus membeli taiyaki.

Usut punya usut, (Name) memberhentikan langkahnya takkala ia melihat keadaan kedepan sana. Pupilnya mengecil, melihat Mikey yang memangku kepala penuh darah seorang perempuan disana. (Name) Berlari mendekat, jantungnya berdetak tidak karuan.

"MIKEY!"

Pemilik nama tidak berbalik, (Name) mengguncang bahu Mikey yang masih terdiam, mungkin karena shock.
"Hei sadarlah! Kau harus membawanya kerumah sakit!"

". . . . . ."

(Name) Mendecih. Ia merogoh kantung jaketnya mendapati botol berisi obat, ia mengambil sebiji pil dan memasukkannya dimulut. (Name) Membuka mulut penuh darah seorang gadis seumurannya atau mungkin dibawah, untungnya gadis itu masih sadar. Ia langsung menciumnya menyalurkan obat itu menggunakan tautannya. "Telan" bisik (Name).

𝐖𝐡𝐞𝐫𝐞 𝐈𝐬 𝐌𝐲 𝐇𝐞𝐫𝐨?-𝑻𝒐𝒌𝒚𝒐 𝑹𝒆𝒗𝒆𝒏𝒈𝒆𝒓𝒔 ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang