Perlahan tenggelam dalam kehampaan. Satu per satu, orang-orang yang dulu mengelilinginya pergi. Beberapa dengan alasan, beberapa tanpa penjelasan. Dunia yang dulu terasa hangat kini dingin dan sunyi, meninggalkannya sendirian dalam gelap.
Awalnya me...
Author nya lagi gamonin baji betewe, makannya buat nih extra chapter
Hanya berisi tentang kebucinan baji pas lagi sama nem, soalnya ga sempet buat waktu masi pacaran (autorgeli)
Pokonya mereka tuh pacaran sekitar 4 bulan mybe?
.
.
.
.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi ini, suara motor Baji meraung di depan rumah (Name). Gadis itu melongok keluar jendela dan mengerutkan kening melihat pria itu sudah duduk santai di atas motornya, tangan terlipat di dada.
"Heh, kenapa kau di sini pagi-pagi?" serunya dari jendela.
Baji tertawa puas melihat ekspresi kesal (Name). "Ayo turun. Aku bawa helm ekstra."
Meski masih cemberut, (Name) akhirnya turun juga. Begitu keluar rumah, ia menatap Baji dengan curiga.
"Kita mau ke mana?" tanyanya, menyilangkan tangan.
Baji mengangkat bahu. "Kemana saja. Jalan tanpa tujuan itu lebih seru."
"Dan kau mengajakku begitu saja, tanpa rencana?"
"Yup."
(Name) menghela napas panjang, tapi tetap mengambil helm yang diberikan Baji. "Kau memang aneh."
"Tapi kau tetap mau ikut, kan?" Baji terkekeh, lalu menyalakan mesin motornya.
Dengan sedikit enggan-atau mungkin terlalu malas untuk berdebat-(Name) naik ke belakang Baji. Belum sempat ia menemukan posisi nyaman, Baji sudah mulai melaju.
Baji hanya tertawa keras, menikmati betapa gampangnya menggoda (Name).
Mereka melaju melewati jalanan kota, udara pagi yang sejuk menerpa wajah mereka. (Name) akhirnya mulai terbiasa dan sedikit melonggarkan genggamannya di pinggang Baji. Setelah beberapa menit dalam keheningan nyaman, (Name) akhirnya berbicara. "Jadi, kita benar-benar tidak punya tujuan?"
Baji mengangguk. "Benar."
"...Kalau begitu, kau membawa aku sejauh ini cuma untuk ugal-ugalan di jalan?"