.
.
.
.
.
"SIAL! SIAL!"
Izana mengumpat kasar. Disekelilingnya benar benar berantakan, terdapat meja yang patah, pecahan kaca serta beberapa barang lain yang rusak karena dirinya. Ia meluapkan emosi dengan barang-barangnnya yang dilempar asal.
Jemarinya meremas erat surainya, urat urat kekesalan terbentuk didahinya. Lirihan terdengar dari labiumnya.
"Kenapa..?"
"ARGHHHH!!"
PRANGGG!
Emosinya benar benar diambang batas. Kenapa? Kenapa (Name) kabur darinya? Apa salahnya? Sungguh. Kepalanya ingin meledak rasanya.
Apa (Name) masih marah saat ia menyembunyikan fakta bahwasanya (Name) dan Mikey bersaudara?
Memangnya dimana salahnya? Wanita itu hanya terlalu membesarkan masalah sepele.
Dia tidak pernah salah.
(Name) Yang salah.
Kakucho tertunduk dengan raut bersalahnya. Ia benar benar bersumpah menjaga (Name) dengan ketat, dirinya juga tidak menyangka (Name) kabur dari kamar Izana yang notabenya kamar paling atas.
Bahkan saat ini (Name) masih dicari keberadaanya. Dan parahnya belum ditemukan setelah 2 jam pencarian.
"Maafkan aku Izana.. aku bodoh, bunuhlah aku.."
Izana berbalik berjalan kearah kakucho. Netra kelabunya menatap tajam bagai silet.
"Kau memang bodoh"
"Andai saja kau menjaganya lebih baik.. "
"Ha! Itu hanya andai andai.." Izana terkekeh pelan.
". . . . . . . "
DOR!
Kakucho meringis tertahan. Izana benar benar ingin membunuhnya, Yah.. wajar saja. Dirinya juga tidak marah. Ini sepenuhnya salahnya yang membiarkan (Name) kabur.
"Kau memang pantas dibunuh"
Timah panas itu tertancap tepat didadanya. Kepalanya ia adahkan keatas melihat sosok izana dengan sorot matanya yang lebih tajam dari biasanya.
Malam kembali menunjukan kepedihannya, ia kembali memegang erat dada bagian kirinya. Ada yang tertahan sakit. Sepertinya bulan telah berjalan hingga tepat ditengah-tengah kepala. Tak terasa bulan telah separuh perjalanannya. Seiring malam berganti fajar. Suara ayam jantan menggelegar bagai mengoyak telinga.
Ini sakit.
Bolehkah dirinya membenci Izana?
"Tidak masalah..aku yang salah Izana"
Dirinya berucap demikian, walaupun
Darah mengucur hebat dari mulutnya nafasnya tersengal-sengal menunjukkan tubuhnya benar benar diambang kematian.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐖𝐡𝐞𝐫𝐞 𝐈𝐬 𝐌𝐲 𝐇𝐞𝐫𝐨?-𝑻𝒐𝒌𝒚𝒐 𝑹𝒆𝒗𝒆𝒏𝒈𝒆𝒓𝒔 ✅
FanfictionPerlahan tenggelam dalam kehampaan. Satu per satu, orang-orang yang dulu mengelilinginya pergi. Beberapa dengan alasan, beberapa tanpa penjelasan. Dunia yang dulu terasa hangat kini dingin dan sunyi, meninggalkannya sendirian dalam gelap. Awalnya me...
