Di sebuah cafe, seorang wanita duduk terdiam di pojok cafe menunggu seseorang untuk datang.
Mendengar bell dari pintu cafe, wanita itu mendongak dan menatap seorang pria yang tersenyum berjalan kearahnya.
"Hai, nunggu lama?" tanya pria itu duduk dihadapan si wanita.
"Enggak juga"
Keduanya terdiam hingga akhirnya pria itu memesan caramel macciato dan sebuah croissant butter.
Setelah pelayan mencatat dan pergi, pria itu tatap sang wanita.
"Minjeong, gimana kabar kamu? sudah 5 tahun sejak kita pisah, aku selalu kangen sama kamu" ucap pria itu.
"Aku baik baik aja, hidup ya begini aja. Kamu tau, aku cuma bisa bersyukur, Sungchan" jawab Minjeong.
"Actually, aku baru tau soal kamu deket sama kakak tiri aku, makanya aku mutusin buat ketemu kamu. Karena semuanya rasanya gak adil buat aku, disaat aku masih cinta sama kamu tapi dia dengan seenaknya bisa dekat dengan kamu sebagai innocent.." ucap Sungchan.
"Aku minta maaf, tapi bahkan sejak 5 tahun lalu sampai sekarang, perasaan aku tidak bisa hilang. Kamu selalu punya tempat tersendiri di hati aku, dan dulu aku bilang kalau aku mau menerima kamu, tapi papa si bajingan itu gamau kalau sampai semuanya bocor. Jadi aku terpaksa ngelepasin kamu, karena aku sama ibu aku gabisa apa apa selain nurut sama Yoo Group" tambah Sungchan.
"Chan, aku bener bener ngerasa kotor sama kamu. Aku selalu berusaha cari cara buat minta maaf, tapi aku gasadar Chan. Sumpah aku gasadar, aku gatau kenapa aku gak sadar saat itu" ucap Winter.
"Aku tau ini bukan salah kamu, kamu di bius sama mereka. Kamu gak sadar, itu yang buat aku semakin gak terima sama apa yang terjadi dan mutusin buat nemuin kamu. Aku gamau kamu bersama orang yang sudah menghancurkan hidup kamu secara tidak terhormat" ucap Sungchan.
Perlahan tangan pria itu memegang tangan lembut Winter.
"Sekarang Jimin sudah di penjara, aku lega. Dia memang harus di pukul buat ngakuin semuanya, dan karena dia sudah di penjara, aku mau buat gantiin dia sebagai orang yang bertanggung jawab sama kalian, sama kamu dan anak kamu" ucap Sungchan.
Winter terdiam saat ini, terlalu susah baginya mencerna semua yang terjadi. Dunia terlalu sempit untuk ini, bagaimana ia harus menjelaskan pada putrinya.
"Aku sudah menunggu momen ini sejak 5 tahun lalu, dimana aku bisa ketemu kamu lagi dan mengulang semuanya. Karena sampai sekarang aku masih gabisa lupain kamu, aku masih cinta sama kamu. Jadi ayo kita ulang semuanya dari awal, ya?" tanya Sungchan lagi.
Pertemuan selesai, Sungchan berjalan menuju mobilnya hingga panggilan telepon berbunyi.
"Halo mah? gimana?"
".............................."
"Apa? si tua itu maksa mau keluar?"
".............................."
"Dasar pria tua bangka, suntik aja lagi biar dia tidur. Butain aja matanya, biar gabisa kemana mana! Biar ga nyusahin!"
".............................."
"Acrotine, kasih 2 kali dosis, seenggaknya butain dulu. Perlahan aja kita lumpuhin, kalau dia lumpuh sekarang dia gabisa tanda tangan aset"
°°°
Di penjara, Karina duduk sambil bengong memegangi perut kanannya yang tergores keras dan sudah di jahit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love You Different
FanfictionI Will Love You Different, Just The Way You Are... Update pasti.. Senin Rabu Jumat Minggu Kadang update setiap hari.. (Gender Bender) Kartop WinBot
