Crek!
Crek!
"Tuan Yoo! Tuan Yoo apa benar anda memperkosa adik kelas anda lima tahun lalu?"
"Maafkan saya.."
"Tuan Yoo! Apa pengakuan anda benar?"
"Saya minta maaf.."
"Tuan Yoo apa benar ayah anda membebaskan anda?"
"Saya bersalah, saya minta maaf.."
"Tuan Yoo!"
"Dasar orang kaya pemerkosa!!"
"Dasar pemerkosa!!"
"Maafkan saya, saya bersalah.."
"Perusak!! Dasar perusak!!"
Karina berjalan ditemani team kepolisian dengan tangan terborgol dan di kelilingi media juga para orang orang yang ikut marah.
Pakaian Karina sudah berubah menjadi pakaian tahanan, tanpa di temani bodyguard, Karina berjalan tanpa ada kemewahan.
Mobil hitam datang dari Yoo Group, namun Karina langsung menyetop dan menyuruh mereka pulang tidak mengawal dirinya.
Bug!!
Sebuah batu melintas dan tepat mengenai kepala Karina membuat suasana ricuh dan polisi harus mendorong para massa dan media agar menjauh.
Karina hanya terus menjawab dengan permintaan maaf dan berjalan mengikuti polisi menuju mobil van besar.
Karina dengan cepat di masukan kedalam mobil dan dengan segera berjalan pergi. Karina terdiam melepas maskernya dan topinya saat darah mengalir dari kepalanya.
"Tuan Yoo, kepala anda terluka!" ucap salah satu petugas memberikan sapu tangan kepada Karina.
Namun Karina langsung hapus asal darah dikepalanya dengan lengan baju panjang tahanannya sekaligus menghapus air matanya.
"Pakaian anda tidak higienis, sebaiknya luka and-"
"Jangan beri perlakuan lebih kepada saya, walaupun ayah saya membayar!" ucap Karina.
"Tapi tuan, kami menerima surat dari kementerian atas nama tuan Yoo, kam-"
"Saya menolak! bawa saya ketahanan bawah bergabung dengan yang lain!" ucap Karina tegas.
Karina hapus air matanya lalu ia tatap kedepan dengan pandangan kosong.
"Saya cuma minta satu perlakuan special jika ayah saya memaksa" ucap Karina.
"Baik, apa yang anda minta, tuan Yoo?" tanya petugas.
"Ijinkan saya menelpon putri saya kapan saja, kalau dia menelpon atau berkunjung tolong selalu sambungkan pada saya" ucap Karina.
°°°
Sebuah mobil hitam terparkir berdiam di depan kepolisian Seoul.
Seorang wanita dengan seragam lengkap penuh lencana turun. Perempuan itu melangkah masuk di sambut orang orang kepolisian lainnya.
Wanita itu berjalan lurus hingga berbelok kearah ruangan private investor.
"Silahkan, nona!" kata polisi yang mengantar.
Wanita itu menatap siapa yang duduk di kursi untuk bertemu dengannya, lalu wanita itu duduk.
Polisi pengantar menutup pintu dan disinilah keduanya berhadapan dengan berkas di tangan seorang pria berwajah beruang.
"Nona Kim, terima kasih telah bersedia ke Seoul untuk menemui saya dan menginvestigasi kasus ini kembali" ucap pria beruang itu menyerahkan berkas yang langsung di baca satu persatu oleh wanita itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love You Different
FanfictionI Will Love You Different, Just The Way You Are... Update pasti.. Senin Rabu Jumat Minggu Kadang update setiap hari.. (Gender Bender) Kartop WinBot
