Bab 4-Foreshadowing?

339 53 3
                                        

Maaf gk update guys><

thor nya sibuk ama kegiatan karta!!!

___

Bersamaan dengan terbenamnya matahari, ketiga pemuda itu melanjutkan perjalanan mereka. 

Sebelum pergi Mitsuki sempat berpamitan pada orangtuanya dan ditanggapi positif oleh mereka. 

"Aku pergi dulu, ayah ibu!" ucap Mitsuki melambaikan tangan dari kejauhan. Terlihat kedua orangtuanya pun melambaikan tangan mereka. "Aku akan kembali dengan Iori!!" ucap Mitsuki sebelum pandangan mereka mulai tak terlihat.

"Apa benar gak papa nih? Pergi bareng kita?" tanya Touma

"Yup! Yah, itu juga berkat bantuan Riku yang memberikanku kepercayaan diri untuk menemuinya!" jawab Mitsuki

"Aku senang Mitsuki ikut!! Tapi apa beneran tidak apa-apa?" tambah Riku

Mitsuki menghela nafasnya dan mengacak rambut Riku. 

"Tentu saja bodoh! Dasar, salah siapa juga aku jadi bersemangat?" 

Riku hanya tersipu malu karenanya. Ditambah senyum oleh Touma yang menahan dirinya untuk menjauhkan tangan Mitsuki dari Riku.

"Omong-omong, apa kalian akan langsung melanjutkan perjalanan sekarang? Sudah menjelang malem loh!" tanya Mitsuki

Hari menjelang malam. Kota pun menjadi sepi tidak seperti siang hari. Itu wajar karena kota di Kerajaan Licht memang hanya aktif saat matahari terbit. 

"Yah, itu menguntungkan bagi kita juga. Toh saat ini kita masih ada di wilayah Kerajaan sebelum memasuki wilayah kegelapan." jelas Touma

"Aaah... dari info yang kudengar wilayah kegelapan memang sangat jauh dari sini..." 

"Heeee... begitu?" 

Mitsuki melihat kearah Riku dan memasang wajah herannya.

"Riku itu prajurit baru, tapi sepertinya tidak tau apa-apa ya?" ucap Mitsuki

*DEG

"A-aaah... a-aku kan sudah bilang jarang keluar rumah... hehehe! Selain itu aku baru mendapatkan lisensi prajurit minggu kemarin!" elak Riku diikuti Touma yang berkeringat

"Heee... hebat ya seminggu masuk langsung dapat perintah dari Pangeran..."

Mereka hanya tersenyum menggaruk kepala yang tak gatal.

"Selain itu, kamu juga akrab dengan Inumaru yang merupakan pengawal pribadi Pangeran!" tambah Mitsuki

"Ya-yah... bisa dibilang, u-uuh... ka-kami teman masa kecil!" elak Touma diangguki oleh Riku

"Pantas saja Inumaru bisa cepat menemukan Riku, apalagi kau langsung berpikir kalau dia berada di toko kami..."

"Ri-riku memang seperti itu! Dia kalau tidak diawasi pasti nyelonong kemana saja! Hahahaha!"

Mitsuki hanya menatap dalam melihat mereka berdua dan memutuskan untuk tidak bertanya lebih lanjut. 

Mereka berjalan keluar dari kota. Sampai ke tempat padang rumput luas setelah beberapa jam.

"Haaa..." hela Riku

"Kau tak apa-apa? Lebih baik kita beristirahat dulu!" ucap Mitsuki melihat Riku terus-terusan mengambil nafas.

"Ti-tidak... haa... a-aku baik-baik saja!" jawab Riku tersenyum namun keringat diwajahnya itu mengkhawatirkan. "Ki-kita harus cepat mencari adik Mitsuki kan?" ujar Riku mencoba menegakkan tubuhnya.

Incomplete RulerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang