Bab 13-Night Sky

287 50 8
                                        

Hey Yo! Aku back!!! Maaf  lama!

Thor dapt kerja dan seminggu ini terserang diare T.T

jdi gk ada waktu banget karena kuliah dan kerja ><

Tpi aku juga gk lupa nyicil kok^^

___

Hari yang dikira semakin gelap. 

Bunyi api diatas kayu yang membara menggema di dalam gua. Dua orang disana tengah sibuk dalam urusan masing-masing. 

Yang satu memasak dan satunya lagi masih tak sadarkan diri. 

Untuk yang memasak sengaja tidak membangunkan yang terbaring. Mengingat sosoknya yang berbaring ini baru saja jatuh dari air terjun. Meski tak terlihat terluka, dia hampir tenggelam dan tak sadarkan diri. 

Serigala disampingnya juga menyelimuti pemuda yang terbaring, memberikan kehangatan. 

Itu membuat si pemilik serigala terkejut karena serigalanya ini mendekat duluan. Kalau begitu dia yakin si pemuda tak sadarkan diri itu tidak berbahaya sampai serigalanya tidak mengancam.

Perlahan pemuda bersurai raven berdiri dan mengambil botol minumannya keluar gua. Mengambil air di danau yang berada didepan gua itu. 

Melihat banjir juga sudah surut dan kondisi air masih baik untuk dikonsumsi. 

Saat kembali ke gua, serigala memberinya kode menandakan yang tak sadarkan diri segera bangun. Pemuda raven buru-buru kembali kedalam gua melihat kondisinya.

Terlihat ada pergerakan dari tangan dan matanya. Perlahan kedua maniknya terbuka.

'Mata berwarna merah....' saat pemuda raven melihatnya, entah kenapa dia merasakan hubungan kuat antara dirinya dengan pemuda tak dikenalnya. Saat ini dia tepis dulu hal itu untuk membantu si pemuda yang tak sadarkan diri.

"...Uuu... ini... dimana?" ucap surai merah yang mengucek matanya.

'Ka-kawaii hito da na...'"Ah, kau tadi tidak sadarkan diri karena terjatuh dari air terjun. Apa sudah baik-baik saja? Kau tau siapa dirimu?"

Surai merah itu masih menundukkan kepalanya. Belum bisa menanggapi pertanyaan bahkan dirinya terdiam tidak berucap sepatah kata.

"Apa kau bisa mendengarku? Kenapa kau bisa jatuh dari sana?" tanya surai raven.

"...aku... tidak ingat..." jawabnya pelan namun tidak melihat siapa yang bertanya.

"Kalau begitu siapa namamu?"

Butuh beberapa detik sebelum Riku menjawabnya karena pikirannya masih linglung.

"...Nanase... Riku..."

"Nanase-san? Apa kau ingat kenapa kau tidak sadarkan diri?"

Riku hanya terdiam. Dari sudut pandang Iori, terlihat dua matanya kosong seolah-olah melamun. Mungkin itu karena efek jatuh dari air terjun membuatnya amnesia sementara.

'Tapi dia mengingat namanya... apa daerah atas terkena hujan hingga orang ini terseret arus?'

"Ano..." disaat Iori jatuh dalam pemikirannya sendiri, Riku bertanya. "Siapa kamu?" pertanyaan itu membuat Iori terkejut karena manik merah itu kali ini menatapnya dengan benar.

Manik merah itu benar-benar terlihat indah di mata Iori, membuat semburat pink tipis di pipinya. Dia mendehem suaranya sebelum menjawab.

"Aku Izumi Iori... kamu tadi tak sadarkan diri, makannya kubawa kemari. Ah, dan dibelakan gmu adalah peliharaanku, serigala abu, Randolph!"

Incomplete RulerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang