Last chapter guyssss
jangan lupa sambil nyetel lagu Incomplete Ruler juga!
***
Ingatan pertamaku adalah, disaat dia mengulurkan tangannya padaku dan berkata semua akan baik-baik saja. Kenangan jauh yang selalu aku ingat hingga sekarang masih ku tempatkan pada yang utama.
Surai dan manik crimson yang kala itu menarikku keluar disaat terpuruk, selalu ku simpan didalam hati. Dengan memberitahunya bahwa dia lah orang yang paling berharga untukku. Suaranya, wajahnya, bagaimana dia berbicara, se ceroboh apanya dia, hingga seluruh keberadaanya menjadi alasanku hidup.
Senyuman bagai matahari yang selalu dia pancarkan padaku merupakan momen paling bahagia. Andai aku selalu bisa melindungi senyuman mu, mulai dari sekarang hingga selamanya. Tidak ada lagi yang kubutuhkan selain itu.
Kau pernah berkata bahwa dunia yang terlihat kejam ini begitu indahnya, bahkan kau sangat mencintainya.
Saat itu aku hanya bisa tersenyum mendengar penuturanmu dengan rasa bahagia. Kebaikanmu yang selalu mementingkan orang lain adalah daya tarikmu yang utama.
Aku yang tau siapa keluarga dan teman dekat pun, tak pernah berpikir untuk memiliki keduanya karena aku sudah memilikimu. Kau juga tersenyum, dan menutur hal yang sama.
Kami selalu bersama, apapun yang terjadi. Bukan sebagai saudara juga bukan sepasang kekasih. Melebihi itu semua karena kita saling terikat satu sama lain. Itulah perasaanku padamu.
Tapi itu hancur seketika, ketika kau menerobos si jago merah demi menyelamatkan yang tersisa. Aku selalu bertanya-tanya mengapa kau sangat peduli terhadap orang lain jika kita memiliki satu sama lain?
Kau yang berjanji untuk kembali, malah menunjukkan sosokmu yang takkan pernah lagi berada dipangkuanku. Pertamakali diriku merasa putus asa, bahwa aku kehilanganmu.
"Jika kau meraih tanganku, akan kuwujudkan impiannmu menjadi kenyataan!"
Ucap seorang pak tua yang menyeringai. Dengan siasat dan maksud apakah dia menawarkanku? Namun jika ini hanya kesempatan satu-satunya untukku bertemu dengan Riku, maka kan kuberikan jiwaku pada iblis.
Beberapa hal membuatku terkejut disaat orang itu bercerita akan kisahnya yang sedikit diluar nalar. Meski memang aku juga kagum oleh cerita itu, namun disuruh untuk menunggu adalah hal yang paling kubenci.
Jadi kubertahan dari latihannya yang begitu keras dan ketat. Membuat diriku yang sudah rusak karena tidak ada Riku menjadi lebih buruk.
Disaat dia membawaku ke istana sebagai Raja berikutnya dengan pertumpahan darah. Dimana aku harus membunuh raja terdahulu untuk naik tahta demi tujuan. Bagaimana aku memperlakukan anak buahku seperti pion yang dapat dibuang begitu saja.
Bertemu dengan Gaku contohnya, aku sudah dicap sebagai seseorang yang arogan dan dingin di matanya. Bahkan Ryuu yang lembut pernah tidak setuju, namun terpaksa mengancamnya dengan seseorang yang berharga.
Namun kedua orang itu, beserta dengan Nikaido Yamato dan Osaka Sogo tetap berada di pihak ku. Aku tak mengerti apa yang mereka rasakan, aku baru menyadari saat aku kehilangan Riku.
Seperti rasa putus asa yang mulai menggerogoti berkat diriku yang mengakibatkannya. Rasa maaf dan penyesalan langsung muncul padaku. Sungguh kata-kata itu takkan pernah muncul jika aku juga tidak kehilangan.
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
Incomplete Ruler
FanfictionKerajaan Licht dan Kerajaan Schaduw. Licht yang berarti cahaya. Kerajaan dataran rendah ditepi pantai nan indah diselimuti oleh langit biru juga awan putih bersamaan dengan sinar matahari yang menyinari. Schaduw yang berarti bayangan. Kerajaan diat...
