Bab 6-Golden Sakura

441 50 8
                                        

Mencoba untuk nyicil...

kumasukin kyara yang ada di Northmarea!

___

Northmarea...

Kota salju dilapisi oleh oleh emas disetiap bangunannya. Kota ini memiliki wilayah yang lebih kecil dibanding ibukota. Namun penduduk disini terlihat ramai karena banyak pertunjukkan orchestra yang mengiringi setiap sore nya. 

Apalagi saat siang hari, penduduk cenderung berbelanja ke supermarket yang selalu buka saat tengah hari. Dikarenakan didukung oleh matahari sehingga cuaca terasa lebih hangat. 

Yah meski masih ada salju dibawahnya. Negri dingin yang tiap hari nya bersalju sepanjang taun. Meski pepohonan tumbuh, daunnya tak ikut mekar. Bahkan tidak ada yang namanya rumput hijau di kota itu. Hanya tanah dan salju yang mewarnai lantai.

Sehingga mereka tidak memiliki kebun atau tanaman yang ada. Mereka hanya menyimpan beberapa ternak dalam jumlah sedikit dan bergantung pada ikan air tawar di danau beku dengan penduduk sendiri yang memancing.

Kalau begitu darimana mereka mendapatkan pasokan pangan makanan?

Jawabannya, mereka dapat dari tukar menukar dan hasil jual emas. 

Meski mereka tak ada lahan untuk pangan dan berternak. Di kota mereka terdapat tambang emas yang tiap harinya selalu menghasilkan puluhan kilo emas. Mereka jual dengan harga tinggi setiap datangnya Merchant. 

Tiap bulannya, pihak pasar akan menjual emas hasil tambang mereka dan menukarnya dengan pangan yang sangat banyak sehingga penduduk tidak khawatir soal makanan dan kebutuhan. 

Northmarea merupakan kota terkaya di Kerajaan Licht. 

"Woah!! Benar-benar emas..." ucap kagum Mitsuki melihat emas yang melapisi rumah

"Kenapa dijadikan aksesoris rumah?" tanya Touma

"Karena emas yang dihasilkan disini terkadang melebihi kapasitas. Jadinya kakakku meminta mereka untuk menggunakannya sebagai hiasan. Itu juga berkat bantuan info karena banyak yang mengatakan kalau kota kami paling kaya!"

Touma dan Mitsuki melihat dalam kagum sebelum memasuki gerbang.

Mereka melihat pepohonan tanpa daun, namun dihiasi oleh lampu sehingga terlihat cantik.

"Ah, kita harus bergegas membaringkan Riku!" ucap Nagi kemudian turun dari kuda nya.

Saat dia memasuki gapura. Sekejap seseorang muncul didepannya. 

"Selamat datang kembali Yang Mulia Nagi!" ucap seseorang menunduk dihadapannya

"Aku pulang, Thorvald! Bisakah kau mengosongkan kamar tamu untuk tiga orang? Ah, dan juga bawakan dokter! Ini darurat!" ucap Nagi

"Saya mengerti, akan saya persiapkan!" seseorang itu menghilang kembali

Touma dan Mitsuki tidak bisa mendengar percakapan mereka. Didepan Nagi seperti menyiapkan sesuatu. Lalu memegang telinganya.

"Baiklah, kerja bagus! Minna-san, ayo pegang tanganku!"

"Ha?"

"Cepat!"

Ragu, Touma dan Mitsuki memegang tangan Nagi. Langsung muncul cahaya dihadapan mereka dan semakin menyilaukan.

"Eh? Teleportas-"

Mereka langsung menghilang dari gapura.

Saat perlahan membuka mata, suhu ruangan menjadi lebih hangat. Dan dilihat, mereka ternyata berpindah dari pintu masuk kesebuah kamar berlapisi emas dengan furnitur mewah.

Incomplete RulerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang