UTS Akhirnya beressssss!!!
___
Mendung setiap kali mereka melihat jauh keatas sana. Hanya mendengar suara angin juga dauh yang selalu bergesekan. Mengabaikan suara orang-orang yang bertanya-tanya, mengabaikan sepasang mata lebih dari satu menatap kearah mereka. Bahkan teriakan dari orang-orang sekitar sana tidak digubris oleh ketiga pemuda itu.
Hingga si surai raven menyadari ada dimana mereka sekarang.
"Hei! Kalian tidak apa-apa? Kenapa tiba-tiba muncul didepan gerbang?" tanya salah seorang prajurit yang ada disana.
"Ah, Tuan Osaka? Anda tidak apa-apa?" sepertinya salah satu prajurit mengenal surai putih yang masih memegangi si surai merah.
Ketiga pemuda itu terlihat memiliki luka yang terlihat jelas. Banyak luka gores di sekujur tubuh mereka, akibat kabut berbahaya itu.
Sougo menoleh kearah penjaga yang bertanya. "...aku baik-baik saja..." Lalu dia melihat ke surai merah, yang telah memejamkan mata dan terlihat bekas air mata dari pelupuk pipinya.
"Riku-kun!" Sougo yang menyadari itu mulai khawatir dan memanggil namanya berkali-kali.
"Nanase-san!" Kali ini Iori juga ikut khawatir.
"Segera siapkan tabib istana! Cepat!" perintah Sougo langsung dituruti oleh penjaga yang berlari secepat kilat.
Sougo mengangkat tubuhnya dan mereka berlari menuju Istana secepat mungkin. Mengabaikan tangannya yang tergores akibat hempasan kabut. Bahkan Iori juga serasa ingin jatuh karena kakinya yang berdarah.
Mengabaikan penduduk yang memberikan tatapan bingung, mereka tetap bergegas menuju istana. Tentu dengan adanya penjaga mereka tak bisa masuk semudah itu.
Namun si penjaga membiarkan mereka masuk karena melihat Ousaka Sougo. Iori hanya mengikuti si surai putih berlari ketempat-tempat sekitar istana. Segera dibukanya pintu dengan kasar dan dia membaringkan Riku diatasnya.
*BRAK
"Aku membawa tabib! Apa yang terjadi?!"
Terdengar suara yang cukup berat masuk ke ruangan. Ada dua orang, satunya memakai jas putih satunya lagi bersurai silver, itu Gaku. Sepertinya dia juga terkejut saat melihat penjaga memiliki permintaan mendadak.
"Yaotome-san..." ucap Sougo lirih, seperti dia kehabisan nafasnya karena berlari. Iori masih berdiri melihat Riku yang tengah ditangani oleh tabib.
Sudah terlihat jelas apa yang dialami mereka. Wajar surai silver itu menjadi khawatir apa mereka telah melakukan pertarungan besar.
Gaku memilih untuk menanyakannya nanti dan dia menuju kekasur tempat Riku dibaringkan. Sekalian melihat kerja tabibnya yang tengah menggunakan sihir penyembuh.
Entah kenapa raut tabib itu terlihat membingungkan.
"Ada apa? Apa lukanya parah?" tanya Iori yang mulai panik
Tabib itu menghentikan sihirnya dan memasang wajah kebingungan. Itu mengundang perhatian dari mereka yang ada di ruangan.
"Kenapa tidak dilanjutkan? Apa parah?" kali ini Gaku yang bertanya dengan nada serius
Tabib itu sedikit bergidik mendengar suaranya. Tangannya menyentuh dagu, memikirkan kata-kata yang tepat untuk disampaikan.
"Bukannya saya tidak bisa, tapi tubuh pemuda ini menolak sihir penyembuhan..." ucapnya hati-hati
Gaku menaikkan alisnya, begitu juga dengan Iori dan Sougo.
"Hah?! Apa maksudmu? Mana mungkin ada yang seperti itu? Apa kau tidak mengada-ngada?" ucap Gaku dingin
KAMU SEDANG MEMBACA
Incomplete Ruler
FanficKerajaan Licht dan Kerajaan Schaduw. Licht yang berarti cahaya. Kerajaan dataran rendah ditepi pantai nan indah diselimuti oleh langit biru juga awan putih bersamaan dengan sinar matahari yang menyinari. Schaduw yang berarti bayangan. Kerajaan diat...
