Awalnya pen update cepet
Tpi tetep aja ceritanya panjang
___
Hari menjelang malam.
Tak terasa mereka menghabiskan waktu yang sangat menyenangkan di kota yang terkenal karena kekasarannya. Rumor yang berkata begitu.
"Sudah kuduga, kita jangan mempercayai rumor begitu saja..." ucap Mitsuki yang keenakan memanggang cemilan malam.
"Yah, apalagi dengan mereka yang memberi kita kenyamanan hebat begini siapa yang mau berkata buruk?" tanya Nagi dari kamar mandi.
"Mau bagaimana lagi? Yang berkata begitu juga karena pengalaman mereka sendiri kan? Meski aku masih tak mengerti apa yang kasar dari kota ini... setidaknya daging disini sangat enak!" ucap Touma sambil memberikan secangkir teh pada Riku.
"Entahlah.... yang penting aku senang bisa pergi ke kota yang sungguh sopan dan baik ini!" ucap Riku menikmati teh nya.
*Tok Tok
Ketukan dari pintu kamar mereka. Entah siapa gerangan yang mengetuk dimalam hari.
"Anoo, permisi ini Tamaki!"
Riku langsung mempersilahkan Tamaki masuk. Jujur mereka hampir melupakan Tamaki karena tidak ikut berkeliling. Mungkin besok mereka bisa mengajaknya keluar, karena masih ada perlengkapan yang belum dibeli.
"Tamaki! Kota mu sungguh luar biasa! Aku baru pertamakali datang ke kota super ramah begini!" ucap Riku dengan riang.
Terlihat Tamaki berdehem tersenyum bangga.
"Hehehe! Ya kan? Itu karena aku meminta mereka untuk kembali baik pada petualang!"
"Kembali?"
"Ah, maksudku... supaya bisnis penduduk lancar, mereka harus bekerja lebih baik lagi! Bagaimana dengan hari ini? Apa semuanya menyenangkan?"
Riku melirik kearah teman-temannya dan mengucapkan jawaban yang sama.
"Sangat!"
"Ehehehe! Aku senang! Maafkan aku tak bisa mengajak kalian tadi, aku harus mengantarkan beberapa barang untuk Yuk- maksudku penyihir diatas gunung!"
"Kau kenal dengan penyihir itu Tamaki?"
"Ou! Aku sering mengunjunginya dengan Aya! Tapi dia penyihir baik kok! Dia bukan seorang kriminal yang berbuat kejahatan! Dia sangat baik! Terutama ke keluarga kami!!"
Tamaki menjadi panik saat menjelaskan tentang penyihir itu. Dia mati-matian menjelaskan bahwa penyihir itu tidak berbahaya.
"Tenang Tamaki, kami tidak bermaksud memburunya. Kami kesini untuk mengirimkan surat padanya!" ucap Nagi
"Surat?"
"Yap! Dari Kerajaan Northmarea!"
Tamaki menghela nafas lega. Akhirnya dia melanjutkan perbincangan biasanya lagi. Teruntuk Riku, dia sangat menikmati mengobrol dengan manik Aquamarine itu. Mereka berkali-kali bercerita tentang kota yang ada diluar. Juga pemandangan yang tak kalah mengagumkan.
Yang Riku sadari adalah, ketika surai biru muda itu menyendu ketika mendengar tentang kota luar. Bukan berarti Tamaki tidak menyukai kotanya, dia hanya penasaran seperti apa dunia yang belum dilihatnya.
Tidak ada yang menyadari bahwa Aya ada dibalik pintu mendengarkan setiap ucapan mereka. Entah kenapa reaksi yang diberikannya tersenyum lega. Dia pun meninggalkan pintu kamar.
"Apa Rikkun juga seorang prajurit?"
"Rikkun?"
"Aku suka memanggil orang-orang dengan singkat! Jadinya seperti Mikki, Nagichi, Maruchi, Rikkun!" ucapnya menunjuk masing-masing orang
KAMU SEDANG MEMBACA
Incomplete Ruler
FanfikceKerajaan Licht dan Kerajaan Schaduw. Licht yang berarti cahaya. Kerajaan dataran rendah ditepi pantai nan indah diselimuti oleh langit biru juga awan putih bersamaan dengan sinar matahari yang menyinari. Schaduw yang berarti bayangan. Kerajaan diat...
