Bab 31-Re Raise

275 34 11
                                        

Sebenarnya ada apa denganmu?!

Mengapa berhenti?! Bukankah ini yang kau inginkan!

Aku tak ingin tau! Perjanjian kita sedari awal memang seperti ini bukan? Mengapa sekarang kau menolaknya?!

Ayolah! Hanya selangkah, tinggal selangkah dan kau akan mendapatkan segalanya!!!

Raihlah dunia!! Jadilan penguasa!!

Kau, sang titik dimana itu bukan awal maupun akhir!

ZERO

.

.

.

.

.

Semerbak abu api yang berterbangan kesana kemari. Dimana sudah lenyap seketika apa yang dinamakan udara bersih. 

Bahkan dedaunan hijau kini hanya tinggal terbakar menyisakan warna gosong seketika dapat lenyap.

Tanda-tanda kemenangan belum sempat berkumandang. Dikala seruan pun tak dapat terdengar, bagaikan ruangan kosong. Itu jika mereka mengabaikan segala kekacauan disekitar.

Dua pihak tentu tak ada yang ingin mengalah. Kekuatan yang bisa dikatakan setara dengan senjata hebat mereka, atau kemampuan mereka sendiri.

"...bagaimana jika kau hentikan semua ini Riku..." sang surai putih, tengah bangkit kembali.

"...sayangnya aku tak bisa Tenn... aku tak boleh tertangkap..." ucap lawannya yang tersenyum sedih. Masih melakukan runtutan serangan yang bisa dibilang ringan. Hanya pengalihan semata. 

Mungkin itu yang membuat Tenn menjadi kesal. Menyadari bahwa Riku telah menjadi begitu kuatnya dan sengaja menahan diri untuk menggunakan kekuatannya.

"Ck... jangan keras kepala! Apalagi yang bisa kau lindungi?! Seharusnya kau tau apa jadinya dari pertempuran ini!" geram Tenn, yang menggertakan giginya, menyerang dengan kekuatan penuh.

"...belum... setidaknya... sampai aku bisa membebaskanmu-"

"Ketemu"

Aura dingin menyelimuti seluruh udara. Langit-langit bertambah gelap, menandakan sebentar lagi datangnya malapetaka. 

Tangan dingin yang menangkapnya dari belakang sungguh membuat bulu kuduk merinding. Bahkan Riku sendiri sulit kembali berekspresi tenang. Namun dia dengan gesit lepas dari cengkramannya.

Sesaat Tenn merasa tenang karena seseorang yang membeberkan kebenaran datang untuk mengendalikan situasi. 

Namun apakah itu benar? Apakah orang ini benar-benar mendambakan perdamaian? Melihat sosok matanya yang dingin tanpa cahaya itu, apa dia benar-benar seseorang yang berekspresi lembut yang memberikannya harapan dulu?

"Oh, kau bisa melawan ternyata..." Takamasa terkekeh, dan baru menyadari ada Tenn disana.

"Ah, kerja bagus Tenn... kau memojokkannya sampai sini? Kau memang anak baik... bisa dibilang yang paling sukses diantara semuanya!"

Incomplete RulerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang