Bab 19-Approaching

246 48 5
                                        

Lorong kastil yang terasa sepi dengan penjagaan ketat disetiap sudutnya.

Tidak bising dan ramai dimana para prajurit berbicara satu sama lain. Disini mereka diam mempertahankan posisi tegak, kaku tanpa berbicara. Hanya bertindak jika ada yang bertanya atau bergerak saat situasi darurat.

Benar-benar berbeda. Meski terlihat diabaikan, pandangan mereka terasa menusuk oleh Riku yang peka terhadap sekelilingnya.

Bahkan sepanjang jalan dia terus-terusan menunduk dan menggenggam tangan Iori didepannya. Saat mereka berdua dituntun menuju ruangan Pangeran.

Pintu besar itu dibuka.

Tanpa adanya jendela yang memberi satu pun cahaya masuk. Ruangan itu hanya dipenuhi oleh lentera yang cukup menerangi ruangan.

Satu kaki mereka melangkah masuk, sudah terlihat meja dan kursi sedikit penuh dengan kertas laporan. Tepat di kursi yang terlihat besar itu surai silver duduk disana memegang beberapa kertas sebelum menyadari mereka masuk.

Terlihat surai putih manik ungu juga ada disebelahnya, dia pertamakali menyadari kedatangan Iori dan Riku. Dia membungkuk kecil dan tersenyum kearah mereka.

"Ah, kalian sudah datang. Baiklah, maaf aku memanggil kalian lagi. Tapi disini aku akan memberikan laporan rinci mengenai kasus kemarin..." ucap Gaku menyimpan kertas.

Setelah izin yang didapat dari sang Raja, akhirnya Gaku memegang kendali sepenuhnya untuk mengatasi kasus ini. Salah satunya karena laporan kemarin yang dia berikan pada ayahnya.

"Kasus ini masih akan kami selidiki lagi... yah, dari kejadian kami sudah bisa dipastikan kalau organisasi ini berbahaya. Makannya kami akan mentidaklanjuti dengan serius dan mulai memburu mereka!" Gaku mengepalkan kedua tangannya diatas meja memberikan tata.

Iori dan Riku menjadi tegang. Mereka memang menyadari Pangeran akan memberikan keputusan seperti itu. Mengingat prajurit yang digunakan organisasi itu adalah, mayat hidup.

Itu tidak bisa dimaafkan.

Riku juga mengepal tangannya erat. Setelah apa yang terjadi pada Momo, dia marah dan takkan memaafkan pemimpin mereka yaitu Tsukumo Ryo. 

Udara di sekitar ruangan menjadi berat. Semuanya menjadi tegang dengan perasaan campur aduk. 

Gaku menutup matanya sekejap dan membukanya lagi untuk membuat ruangan kembali seperti biasa. begitu juga yang lainnya menyesuaikan perasaan agar kembali normal.

Surai silver itu bangkit dari kursinya dan menghadap dua pemuda didepannya, membungkukkan badannya. Iori dan Riku dibuat kelabakan, apalagi Sougo juga ikut membungkuk.

"...kami berterimakasih pada kalian..." ucap Gaku sambil membungkuk "Berkat kalian kami dapat menemukan petunjuk untuk memburu mereka!" ucapnya lagi

"A-ah! Itu tidak masalah! Salah kami juga yang membawa pada Kerajaan Anda!" ucap Iori

Surai silver itu menggeleng "Sejak awal kami memang memburu mereka, namun kami tak pernah menemukan petunjuk yang jelas..." ucapannya terjeda beberapa saat. "Sudah banyak korban ditangan mereka... makannya kami berusaha keras mencari petunjuk jelas, bahkan sudah mengorbankan prajurit..." sesalnya

"Aku seorang Pangeran Mahkota... namun aku juga telah mengecewakan rakyat ku sendiri karena tak pernah memberikan jawaban pasti..." 

Didalam ruangan gelap dengan hanya lentera yang menerangi. Sosok yang tertunduk itu memejamkan matanya penuh sesal. Seperti tak sanggup melihat kedua pemuda didepannya.

"Oya- Raja tidak ada hubungannya, sejak awal dia memang menyerahkan persoalan ini padaku... namun tetap saja... aku sendiri tak bisa melakukan apa-apa..."

Incomplete RulerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang