Bab 20-Reunite

336 53 2
                                        

"Hei, bukannya saatnya kalung yang buat kau kenakan?"

"Belum selesai! Aku masih harus memasukan beberapa bagian! Sabar dulu!"

"Sudah berapa lama kau berkata begitu? Kapan selesainya?"

"Kubilang masih lama! Meski sudah berbentuk, ini belum kumasukkan sihir!"

"Serius? Bukannya kau sudah memasukkan mantra tadi?"

"Baru satu! Aku akan menambahnya menjadi 4! Sabar dong!"

"Ayolah kalian jangan bertengkar! Ah, bolehkah aku memainkan musik?"

"Ide bagus, itu bisa membuatku fokus bekerja!"

"Lagu mu selalu bagus, Haruki!"

-----------

----------

----------

Tidak adanya suara, sepoy angin maupun daun yang bergesekkan. Bahkan kicauan burung juga tidak terdengar.

Tapi sepasang manik crimson itu membuka matanya. Menatap langit-langit yang merupakan tenda. Menoleh kearah samping masih ada surai putih yang tertidur disampingnya setia memejamkan mata. 

Lalu pikirannya langsung teralihkan oleh surai raven yang tidak ada disana. Perlahan namun tergesa-gesa dia bangun. Menyadari dirinya berada dalam tenda. Sebenarnya dia dan satu orang lagi.

Entah apa gerangan surai merah itu tiba-tiba bergetar, seakan tubuhnya bereaksi sendiri dengan hawa disekitar. Tapi semuanya dikarenakan satu orang lagi tidak terasa olehnya.

"Nanase-san?" terdengar suara dari luar sana. "Kau sudah bangun?" berbisik namun cukup terdengar.

Gemetaran tubuhnya berhenti, perlahan ekspresinya stabil. Tanpa sadar raut wajah lega terpampang mengetahui tidak ada yang hilang dari kelompoknya. Yah jika dilihat dari perspektif lain, yang hilang adalah surai merah itu sendiri.

"Iori?" suara lirihnya memanggil.

"Iya?" perlahan tenda dibuka memperlihatkan surai raven itu dengan raut wajah segarnya.

Riku hanya bisa merasa lega melihatnya. 

"Ah, kau sudah bangun? Minum dulu teh hangatnya..." ucapnya lembut menyodorkan secangkir teh.

Riku hanya mengangguk sambil meraih cangkir itu. 

Mungkin yang sebelahnya merasa terusik sehingga dia menggeliat dan perlahan membuka matanya. Menampilkan manik ungu macam amethys nya seraya mengucek mata. 

"Gomen Sougo-san, aku membangunkanmu...." katanya dengan nada menyesal

"Tidak masalah..." dia juga bangun dan melihat sekelilingnya. "Ohayou Riku-kun, Iori-kun!" sapanya

"Ohayou Gozaimasu!" jawab Riku dan Iori. Surai raven itu memberikan teh hangat untuknya.

Setelah meneguk teh hangat, yang didalam beranjak keluar. Mengingat mereka sudah bermalam ditengah hutan. Saatnya untuk melanjutkan perjalanan bertemu dengan member sebelumnya. 

Dikala membereskan tenda, Riku hanya diminta untuk diam dan duduk manis saja. Yang dia tidak suka sama sekali ketika disuruh diam. Dia bisa membantu, namun kali ini saat menunggu tenda dibereskan, pikirannya tiba-tiba penuh akan sesuatu.

Incomplete RulerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang