D | Diantara Jaka, Rosa dan Jamal.

1.1K 63 6
                                        

[ 4 ]

Kisah ini dimulai dari kunci motor yang menghantarkan Jaka pada kunci untuk mendapatkan hati seorang Rosella Sapna Vagher.

Eaaaaa! 😂

•••

Jayantaka Hattala.

Tulisan bergaya ukir itu terpampang manis di gantungan kunci motor berlatar hitam dengan sentuhan warna hijau stabilo.

Rosa menemukan kunci mewah itu tergeletak pasrah di rumput saat ia sedang bersantai di bawah pohon beringin rindang, ditemani semangkuk cilok panas buatan Om Jek yang legendaris.

"Om Jek."

"Iya, Neng Rosa?"

"Jayantaka..." Mata Rosa menyipit, berusaha mencerna tulisan berliku di gantungan itu. "...Hattala? Om Jek kenal gak?"

Om Jek yang lagi sibuk mengocok bumbu kacang langsung menghentikan kegiatannya. "Aduh, kagak tahu atuh, Neng. Nama anak gaul zaman sekarang mah aneh-aneh."

Rosa mengunyah ciloknya pelan, lalu memasukkan kunci itu ke dalam saku celananya. "Yaudah deh. Nanti kalau ada yang kebingungan nyari kunci motor di sini, bilang aja kuncinya ada di aku ya, Om."

"Atau Om kasih nomor WA Neng Rosa aja sekalian gimana?"

Rosa mengangguk setuju. "Boleh tuh. Oh iya, tanya juga nama motornya apa. Kalau dilihāt dari logo kuncinya sih, kayaknya ini kunci Ninja H2 deh, Om."

"Gusti nu agung! Kawasaki Ninja H2 yang segede gaban itu, Neng?!" Om Jek berseru takjub dengan logat Sundanya yang kental. "Fix, anak holang kaya itu mah!"

Rosa tertawa geli.

"Pernah tuh Om lihat ada yang bawa motor itu ke sini, tapi mukanya kagak kelihatan, nutup rapat pakai helm yang pul pes," lanjut Om Jek bersemangat.

"Pokoknya nanti kalau ada yang nyari, arahin ke aku aja ya, Om Jek."

"Siap, Neng Geulis!"

Namun, seharian penuh tidak ada tanda-tanda keberadaan cowok panik yang kehilangan kunci H2. Rosa yang sibuk dengan jadwal kuliah kedokteran yang padat pun perlahan melupakan insiden itu. Kunci tersebut baru teringat lagi saat Rosa membongkar saku celananya sebelum mandi malam.

"Mungkin dia punya kunci serep kali ya..." gumam Rosa acuh tak acuh, melempar kunci itu ke dalam tas kuliahnya lalu merebahkan diri di kasur. Besok hari Sabtu, artinya malam ini adalah malam bebas tanpa tugas!

Ponselnya berdenting. Sebuah pesan masuk dari Jamal—sahabat sekaligus 'supir pribadi' tidak resminya.

Jamaludin
Udah sampe rumah lo?

Rosa
Udah, habis mandi malah. Kenapa?

Jamaludin
Bokap lo gak marah kan gue gak jemput?

Rosa
Gak kok. Udah gue jelasin lo lagi ada urusan mendadak. Papa santai aja.

Jamaludin
Puji Tuhan... Selamat gue. Soalnya kan tugas suci gue dari bokap lo adalah jaga dan antar jemput putri raja.

Rosa
Santai elah. Gue juga paham lo lagi gencar-gencarnya pendekatan sama Naya kan? 😂 Semangat ya! Good luck, Pejuang Cinta!

Jamaludin
Sip! Thanks, Ca. Gue duluan ya

Rosa
👍👍👍

Diary Keluarga Bahagia - REVISICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang