[ 22 ]
(Typo Bertebaran)
•••
Ningning mati-matian menahan malu saat melintasi lorong Fakultas Teknik. Tatapan anak-anak Arsitektur terasa menembus kulitnya.
Sumpah, kayaknya seisi kampus sudah tahu rumor tentang aksi ciuman mereka di lorong medisin tempo hari! Ningning rasanya ingin menghilang, atau setidaknya mengubur diri di lubang cacing terdekat. Padahal biasanya dia ratu percaya diri, tapi semenjak kejadian dengan Silas, urat malunya mendadak dipaksa berfungsi penuh.
Ekspektasi Ningning hari ini padahal cuma satu: pulang, rebahan, recharge energi buat pesta malam di rumah Sheia. Tapi takdir berkata lain saat si 'merah' mendadak datang melanda tanpa permisi. Mana Ningning belum siap tempur—tidak bawa pembalut, celana sudah tembus, dan kalau bukan karena Julia yang membisikinya, mungkin Ningning sudah bikin motif pulau baru di kursi kuliah.
Sialnya lagi, Delia dan Dewi kompak bolos, sementara adiknya, Jayden, melayap entah ke mana. Opsi terakhir yang tersisa cuma satu: Silas.
Tapi dipelototi satu departemen begini bikin mentalnya runtuh. Ningning memutar balik langkahnya. Ogah ah, mending gue cari cara lain—
"Ningsih!"
Langkah Ningning terhenti. Dia menoleh ragu. Dua cowok Arsitektur berdiri di depannya. Yang satu kurus pucat mirip mayat hidup, yang satu lagi tinggi menjulang sampai bikin leher Ningning pegal saat mendongak.
"Lo Ningning kan?" tanya si cowok kurus.
"I-iya..."
"Ngapain di sini?"
"Lah bego, ya nyariin Silas lah!" timpal si cowok tinggi sembari merangkul temannya. "Btw gue Bilal, ini Resnu. Kita berdua danyon-nya Silas."
Ningning buru-buru menyangkal. "Enggak kok! Gue gak nyari—"
"Silas ada di sekret tuh, dua gedung setelah masjid dekat Hukum," potong Resnu santai.
"Ih, gue bilang gue gak—"
"GLORYA?!"
Suara berat yang sangat dikenalinya terdengar dari balik koridor. Silas berjalan mendekat, membawakan aura ketampanan yang bikin canggung Ningning makin melesat ke ubun-ubun.
"Eh Bro!" Bilal dan Resnu bertukar salam swag dengan Silas. "Cewek lo nyariin tuh!"
"Gue gak nyariin—"
"Kita duluan ya! Bye!" Bilal dan Resnu tancap gas ngacir, meninggalkan Silas dan Ningning yang berdiri canggung.
Silas menatap gadis di depannya dengan alis terangkat. "Kamu ngapain di sini?"
Ningsih, buang ego lo ke tong sampah sekarang! batin Ningning meratap.
"Bawa gue ke kosan lo," bisik Ningning pasrah.
Silas makin bingung. "Ha?"
"I'm on my period..." cicit Ningning menahan tebal muka.
Seketika Silas paham. Raut bingungnya berganti jadi mode siaga. "Oke. Ada pembalut?"
Ningning menggeleng lesu.
"Ya udah, nanti kita mampir Indomaret bentar."
***
Begitu pintu kosan Silas terbuka, Ningning melepas sepatunya sembarangan lalu melesat bak kilat masuk ke kamar mandi. Silas cuma bisa menggelengkan kepala, merapikan sepatu Ningning ke rak dengan telaten.
KAMU SEDANG MEMBACA
Diary Keluarga Bahagia - REVISI
Fiksi PenggemarMenurut google, keluarga adalah sekelompok orang yang disatukan dengan ikatan perkawinan, darah atau adopsi dalam lingkup rumah tangga yang saling berinteraksi dengan posisi sosial yang jelas. kalau menurut kamu, keluarga itu apa? #picbypinterest #...
