Y | XOXO

478 38 17
                                        

[ 25 ]
(Typo bertebaran)

••

Pasca insiden pertempuran sengit melawan tikus got jumbo tempo lalu, hubungan Ningning dan Silas makin melaju kencang tanpa rem. Muda-mudi itu sudah fix kayak dua sejoli yang menempel bagai perangko. Seisi kampus bahkan sudah sepakat kalau Ningning itu taken, ya minimal status terikat tapi belum diresmikan di atas meterai. Tinggal menunggu hilal dan keajaiban waktu aja sampai Silas menembaknya secara resmi.

Bagaimana perasaan Ningning? Wah, luar biasa sekali, Pemirsa!

Makin ke sini, Ningning makin tersedot ke dalam pesona seorang Silas. Cowok itu benar-benar tipe plot twist berjalan. Ningning kiranya Silas itu tipe cowok warm & caring ke semua makhluk bumi. Ya memang hangat sih, tapi sifat penyayang dan perhatiannya itu ternyata pakai sistem eliminasi dan filtrasi ketat. Silas cuma sayang sama orang-orang pilihan! Dan Ningning ada di urutan nomor satu.

Faktor lain yang bikin Ningning nekat mau dive in sama Silas—meski sadar jurang perbedaan mereka setinggi Everest—adalah Tante Sarah, ibunya Silas. Tante Sarah itu tipe ibu-ibu gaul, slay, dan sefrekuensi gila sama Ningning. Kalau Tante Sarah jadi ibu mertua, Ningning bakal sujud syukur 100%.

Tapi ya... jangan khayal dulu deh. Tembok benteng mereka ini bukan cuma tinggi, tapi dipagari kawat berduri: Silas jelas gak akan login Kristen, dan Om Kai (papanya Ningning) dipastikan bakal menggelar perang dunia ketiga kalau Ningning nekat login Islam.

Duh, mari kita singkirkan dulu topik tembok agama ini. Pusing! Sakit hati kalau dipikirin terus. Mending kita nikmati hari ini yang begitu indah. Indah buat yang lagi mabuk cinta, eaaaa!

Di sinilah Ningning berada, yorobun. Di kosan Silas. Tempat ini sudah resmi naik tingkat jadi rumah keduanya. Ningning makin sering menumpang istirahat, menguasai kasur, hingga menghabiskan siang menuju sore di sini.

Kenapa Ningning se-betah itu? Ya karena Silas-nya kelewat pintar. Pintar memanjakan!

Apa pun yang Ningning minta, Silas cuma punya satu jawaban: "Iya." 

Tapi sumpah demi apa pun, setiap kali Silas mengucap kata "aku-kamu" dengan suara beratnya, Ningning rasanya mau banting Silas ke kasur terus... astaga! Jangan disuarakan semua, setan sedang bergembira mencatat dosa!

Tapi serius, Silas itu sering banget bikin Ningning latah menyebut nama Jesus. Kenapa? Voice note atau suara bangun tidur Silas itu dosanya tidak ditanggung negara—bikin turn on seketika! Belum lagi kebiasaan random Silas yang tiba-tiba menatap Ningning intens, lalu tersenyum tipis. Bikin jantung Ningning serasa habis maraton 10 kilo. Mana Silas gak sadar kalau dirinya itu sexy as fvck, ditambah love language utamanya adalah physical touch. Ningning ketar-ketir menahan iman!

Ini kalau Silas gak punya kontrol diri baja, mungkin insiden after party di rumah Katrina waktu itu sudah berbuntut panjang. Beruntung, iman Silas lagi kuat-kuatnya akhir-akhir ini.

"Silas," panggil Ningning dari atas kasur.

"Yes?" Silas mengangkat pandangannya sebentar dari layar laptop.

"Lo belum selesai nugas?"

"Dikit lagi. Masih ada desain topologi menara yang perlu aku tinjau ulang," sahut Silas telaten. Ini tugas penentu kelulusan mata kuliahnya, makanya Silas mengeceknya sampai berulang-ulang.

"Gue laper..." aduh Ningning memegang perutnya.

Silas nampak berpikir. "Maaf ya aku gak sempet masak buat kamu hari ini. Mau aku GoFood-in aja?"

Diary Keluarga Bahagia - REVISICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang