L | Broke up.

702 40 2
                                        

[ 12 ]

•••

"Lo Isa, kan?"

Gadis yang tengah asyik mengunyah roti bakar cokelat-keju itu menoleh heran. Di hadapannya, seorang pemuda berdiri tegak dengan muka tertekuk dan tatapan yang siap memakan orang hidup-hidup.

"Iya... kenapa ya?" jawab Isa bingung, memegang rotinya yang mendadak terasa hambar.

Tebak siapa pemuda penuh aura permusuhan itu? Ya, James.

Dan demi memahami kenapa James mendadak menjelma jadi 'anjing penjaga' yang siap mencakar Isa, kita harus tarik mundur sedikit ke belakang.

Jadi begini. Jake—saudara James ini—adalah seorang wibu level syariah sekaligus kutu buku kelas berat. Pokoknya kalau Satya dan Jay tidak rajin menyeretnya keluar kamar, Jake mungkin bakal membusuk di alam 2D.

Ciri khas wibu nolep pada umumnya: tidak peduli lingkungan sekitar, cuek setengah mati sama dunia nyata, dan matanya cuma berbinar kalau membahas anime. Bedanya, Jake ini ketempelan takdir yang agak melenceng: dia ganteng banget. Mana petikan gitar akustik ala-ala cowok senja lagi. Pokoknya, tipe-tipe wibu ganteng langka yang bikin cewek-cewek kampus kagum dari jauh.

Tapi ya gitu, isi kepalanya sudah terkontaminasi rasa cinta beda dimensi.

Dulu, waktu Satya sedang galau berat gara-gara putus cinta dan meratap, "Kenapa ya pacaran beda agama tuh selalu gagal? Padahal kan didoain sama dua Tuhan..."

Dengan wajah polos tanpa dosa, Jake cuma merespons, "Lah, mana gue tahu. Gue kan pacarannya beda dimensi. Waifu gue Niko Robin"

Saking mulusnya riwayat percintaan Jake di dunia nyata—alias nol besar—James dan Jeno selalu ketar-ketir. Pengalaman Jake soal cinta itu zero point zero. Dia tidak tahu rasanya dimodusin, ditikung, di-ghosting, atau dimanfaatin. Makanya saat tiba-tiba Jake mengaku punya pacar manusia asli di dunia nyata, James langsung berubah jadi agen CIA: mengecek latar belakang si cewek, melacak medsosnya, bahkan memastikan silsilah keluarganya.

Sampai akhirnya, musibah itu datang empat hari yang lalu.

Jake pulang ke rumah dengan raut wajah mendung, gelap, dan irit bicara. Waktu James pelan-pelan mengintip ke kamarnya, Jake sedang duduk bersandar melantai di samping tempat tidur. Matanya menatap kosong ke arah balkon, di antara jari telunjuk dan tengahnya, terselip sebatang rokok yang mengeluhkan asap tipis.

Fix. Wibu ini baru saja hancur hatinya.

Baru saja James mau melangkah masuk untuk menenangkan, ponsel Jake di lantai berdering keras.

Jake cuma menatap layar itu dingin. Dibiarkannya panggilan pertama mati. Begitu panggilan kedua masuk, Jake menggeser ikon hijau lalu menyalakan speaker, tanpa niat mengangkat HP itu ke telinganya.

"Jacob..." Suara Isa terdengar bergetar dari balik telepon. "Maaf..."

Jake terkekeh pelan. Sebuah tawa paling miris yang pernah James dengar. "Gue nungguin lo kayak orang bego bawa kue ulang tahun... dan lo malah jalan melipir sama cowok lain?"

"Maaf, Jacob..."

"Am I still not enough for you?!" bentak Jake, suaranya retak menahan kecewa.

"No, Jake—"

"YOU CHEATING ON ME, ISABELLE! YOU FUCKING CHEATING!!!"

Dinding kamar seolah bergetar. Sepanjang hidup James mengenal Jake, belum pernah sekalipun dia melihat cowok itu berteriak murka seperti itu.

Diary Keluarga Bahagia - REVISICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang