[ 15 ]
(Typo bertebaran🙏)
•••
"Kamu kemarin ke toko kosmetik ya?" tanya Rosa membuka percakapan, matanya menatap tajam ke arah Jaka.
Jaka yang sedang santai mengerutkan kening. "Lah, ngapain aku ke toko kosmetik, Yang?"
"Ya barangkali beliin aku lipstik?"
Jaka menggeleng polos. "Gak lah. Lagian kamu kan pakenya YSL, mana ada YSL dijual di toko kosmetik lokal seberang kompleks?"
"Ooh..." Rosa manggut-manggut.
Memang benar. YSL mana ada di toko kosmetik biasa, dan Rosa juga tidak sudi mengoleskan merk lain di bibirnya. Tapi masalahnya, lipstik merah menyala merk lokal yang masih tersegel rapi di dalam kantung jaket Jaka itu punya siapa?!
Sebenarnya Rosa tidak mau berprasangka buruk. Rasa percayanya pada Jaka itu setinggi langit. Sejak zaman pacaran, Rosa tidak pernah kepo mengecek isi chat, tidak pernah tahu kata sandi HP Jaka, dan santai saja kalau Jaka izin keluar bareng teman-temannya.
Tapi akhir-akhir ini, barang bukti mencurigakan mendadak bermunculan bak petunjuk drama kriminal:
Satu bulan lalu: Ada wangi parfum cewek menyengat tertinggal di jas kantor Jaka. Rosa masih berprasangka baik: Mungkin kliennya cewek latah yang suka semprot parfum liar.
Dua minggu lalu: Ditemukan anting cewek—cuma sebelah—terselip di kantung kemeja Jaka. Rosa mulai menyipitkan mata, tapi anting itu disimpannya rapi dulu.
Hari ini: Lipstik merah menyala merk murahan—yang kalau dibandingkan sama harga lipstik YSL Rosa jarak harganya bak bumi dan langit—nongkrong manis di kantung jaket Jaka.
"Kemarin kamu ke mana aja?" tanya Rosa lagi.
Jaka menoleh dari layar TV. "Gak biasanya kamu interogasi begini?"
"Salah kalau aku nanya?!" sembur Rosa dengan nada ketus.
Jaka makin bingung. "Lho, kok nyolot?"
"Jawab aja!"
Jaka menghela napas. Hormon bumil kumat lagi nih, pikirnya. "Aku ke lokasi proyek sebentar, mampir makan malam sama tim, terus langsung pulang."
"Makan malam sama tim? Cuma makan malam doang?"
"Iya."
"Terus kamu mampir ke toko kosmetik?"
"Kan aku udah bilang, aku gak ke sana!" jawab Jaka sabar. "Kemarin tuh aku cuma nganterin teman tim pulang."
"Cowok apa cewek?"
Sadar atmosfer ruang tamu mendadak bertegangan tinggi, Jaka buru-buru membesarkan volume suara TV agar James dan Jake di kamar atas tidak usil mengintip drama orang tuanya.
"Aku nganterin dua orang, satu cewek, satu cowok," jawab Jaka jujur.
"Kamu yakin gak lagi bohongin aku?"
"Aku mana pernah bohong sama kamu, Rosella..."
Rosa mendengus. Dari kantung dasternya, dia mengeluarkan anting sebelah dan lipstik merah itu, lalu melemparnya tepat ke pangkuan Jaka. "Punya siapa?"
Jaka membelalak. "Ini... barang siapa?!"
"Kalau aku tahu, aku gak bakal nanya kamu, Jaka!"
"Demi Tuhan, Yang! I swear to God!" Jaka buru-buru menepis dua benda itu seolah-olah mengandung racun. "Aku beneran gak tahu ini punya siapa!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Diary Keluarga Bahagia - REVISI
Fiksi PenggemarMenurut google, keluarga adalah sekelompok orang yang disatukan dengan ikatan perkawinan, darah atau adopsi dalam lingkup rumah tangga yang saling berinteraksi dengan posisi sosial yang jelas. kalau menurut kamu, keluarga itu apa? #picbypinterest #...
