[ 5 ]
•••
Sekarang, kalau ada yang bertanya pada Rosa bagaimana rasanya naik motor, dia tidak akan lagi menjawab dengan gelengan polos atau ucapan "gak tahu".
Jawaban Rosa sekarang cuma satu: Seru banget!
Ya, memang agak panas menyengat siang bolong, tapi angin yang menampar-nampar wajahnya terasa begitu membebaskan. Lagipula, naik motor jauh lebih cepat sampai ketimbang terkurung di dalam mobil Jamal yang hobi terjebak kemacetan.
Dan seperti kata Milan, Rosa memang tidak perlu khawatir. Jaka berkendara dengan sangat aman. Bahkan selama jalan, Jaka selalu mengajak Rosa mengobrol, memastikan gadis di boncengannya tidak merasa canggung.
Anehnya, meski mereka baru saja kenal, obrolan mereka mengalir bagai air terjun. Jaka selalu punya topik nyeleneh tapi seru untuk dibahas.
"Neng Rosa kepanasan ya?" tanya Jaka saat Vespa abu-abu mereka terhenti di lampu merah.
"Dikit sih," sahut Rosa dari balik helm kremnya.
"Lo gak ada alergi sinar matahari kan?"
"Enggak lah. Kenapa?"
Jaka membetulkan spionnya. "Kirain. Soalnya besok-besok nih Vespa mau gue pasangin payung pantai."
Rosa terkekeh geli. "Buat apa coba?"
"Ya biar lo gak kepanasan kalau gue bonceng, Neng."
"Emang lo mau bonceng gue lagi?" pancing Rosa.
"Kalau gue sih mau banget. Pertanyaannya... lo mau gak?" Jaka melirik lewat kaca spion.
"Kalau motornya dipasangin payung pantai, gue gak mau. Malu-maluin!"
Jaka tertawa renyah. "Oke, batal dipasangin payung kalau gitu."
"Tapi kalau besok lo jemput pakai moge kayak Ninja H2 itu, gue juga gak mau," tambah Rosa.
Jaka mengerutkan kening. "Loh, terus mau naik apa?"
"Gue mau naik Juliet aja. Gue udah nyaman sama Juliet."
Jaka menepuk pelan bodi Vespa-nya. "Dengerin tuh, Jul. Lo dipuji bidadari."
Tiba-tiba, sesosok ibu-ibu yang membonceng motor matic di sebelah mereka menepuk bahu Rosa.
"Kenapa, Bu?" tanya Jaka ramah.
Si ibu menatap Rosa dengan senyum-senyum jahil. "Aduh, Si Eneng... kalau boncengan tuh pacarnya dipeluk atuh! Tangannya melingkar mesra di pinggang begini nih," kata Si Ibu sambil memeragakan pelukan erat ke perut suaminya yang sedang menyetir. "Jangan cuma nyengget ujung jaketnya doang!"
Wajah Rosa seketika merah padam bagaikan kepiting rebus, sementara Jaka malah tertawa lepas.
"Aduh, Si Eneng malah malu-malu kucing. Baru pacaran ya?" goda Si Ibu lagi.
Jaka menggeleng santai. "Belum pacaran, Bu."
"Oh, berarti akan!" sahut Si Ibu sok tahu.
"Amin paling kencang, Bu!" jawab Jaka tanpa ragu.
Itu adalah sekelumit obrolan manis di lampu merah yang sukses bikin pipi Rosa panas dingin. Rosa tidak menyangka Jaka bakal mengaminkan doa ibu-ibu random itu dengan begitu percaya diri.
Kemudian, Dua bulan berlalu sejak insiden kunci motor. Sejak saat itu, Jaka resmi beralih profesi menjadi 'tukang ojek pribadi' Rosa. Seminggu bisa tiga kali Jaka yang mengantar-jemput Rosa kuliah, bergantian dengan Jamal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Diary Keluarga Bahagia - REVISI
Fiksi PenggemarMenurut google, keluarga adalah sekelompok orang yang disatukan dengan ikatan perkawinan, darah atau adopsi dalam lingkup rumah tangga yang saling berinteraksi dengan posisi sosial yang jelas. kalau menurut kamu, keluarga itu apa? #picbypinterest #...
