***
Jamal ogah pas Jaka dan kawan-kawan mengajaknya untuk berlibur bersama di vila milik Jaka yang berada di Bogor. Kepalanya masih pusing memikirkan perbuatan Satya yang di sponsori oleh Jashan beberapa minggu lalu.
Sampai sekarang, Jamal mogok bicara. Dia tidak menegur Satya ataupun Jashan, jangankan menegur, melihat wajah kedua putranya itu sudah cukup bikin Jamal emosi.
Tapi berkat rayuan dari Naya, keluarga Hover akhirnya setuju ikut liburan bareng. Dan begitulah lima keluarga berkumpul-Khoo, Hover, Wardani, Malfino dan Ranuwihardjo. Anak-anak pun diizinkan untuk membawa pasangan mereka.
Begitu semua koper diturunkan dari bagasi mobil, Jaka berdiri di tengah ruang tamu dengan gaya ala komandan upacara. Ia berdehem kencang, membuat kericuhan anak muda yang sibuk mencari password Wi-Fi langsung terehenti.
"Perhatian semuanya! Sebelum kalian makin liar rencana liburannya, Om punya aturan main di Villa ini," ujar Jaka sambil berkacak pinggang. "Meskipun kalian sudah bawa gandengan masing-masing, aturan moral tetap nomor satu. Tidak ada campur sari!"
Satya tidak peduli, dia masih patah hati berat. Mungkin liburan ini akan dia habiskan dengan makan dan minum. Jeno dan Jashan sibuk jadi pengawalnya Karina, Jayden dan Januar tidak ada pasangan jadi mungkin keduanya akan bergabung dengan Satya. James jadi walinya Eden, tugasnya jagain bocil. Mungkin dia bisa curi-curi waktu berdekatan dengan Mika, tapi tetap saja ada Eden diantara mereka, so aturan itu pasti tidak akan bisa terlanggar.
Yang bawa pasangan-baru di perkenalkan-adalah Juan, Delia, Ningning dan Jake.
"Interupsi," Jake mengangkat tangan. "Yang udah nikah gimana, Pa? Digta lagi hamil nih, masa dibiarin tidur sendiri."
"Kecuali Jake," kata Jaka.
"Kalau aku gimana, Om?" tanya Ningning.
"Belum sah, jadi peraturan masih berlaku untuk kamu dan Jefery," jawab Jaka lagi. "Laki-laki tidur di sayap kanan, perempuan di sayap kiri. Cowok sama cowok, cewek sama cewek. Titik. Nggak ada protes, atau Om suruh kalian tidur di kandang kuda di belakang!" tegas Jaka.
Semuanya mengangguk, menyanggupi syarat Jaka.
"Wini nggak ikut, Om?" suara Mika terdengar, ia bertanya pada Milan.
"Ikut, nanti dia nyusul. Soalnya nunggu teman dulu katanya."
***
Setelah memilih kamar, membereskan barang-barang dan mandi, anak-anak muda tersebut keluar menuju halaman. James membentangkan tikar, di bantu Januar dan Juan. Setelah tikar tergelar, Mika duduk disana dengan Eden di pangkuannya, Jein dan Hannah bergabung pula.
"Alat tempurnya mana?" tanya Jein.
"Ini juga mau diambil," ucap James seraya berlalu ke dalam vila diikuti Juan dan Januar.
"Eh, Jein. Jayden dimana sekarang?" tanya Mika.
"Ya lo tebak aja, dimana lagi kalau bukan nemenin sahabatnya yang masih galau berat," ucap Jein.
"Kak Satya nekat juga yah?"
"Gak nekat banget kalau gak di backing sama kak Jashan." ujar Jein santai.
Hannah diam saja mendengar Jein dan Mika bergosip tentang peristiwa besar yang belum lama terjadi.
Tak lama kemudian, Juan, James dan Januar kembali dengan alat-alat BBQ.
"Lo bertiga udah kek trio J gadungan." Kata Mika.
Membuat James mendengus mendengarnya. "Udah gausah bahas trio J, abang-abang gue sibuk sama dunia masing-masing."
KAMU SEDANG MEMBACA
Diary Keluarga Bahagia - REVISI
Fiksi PenggemarMenurut google, keluarga adalah sekelompok orang yang disatukan dengan ikatan perkawinan, darah atau adopsi dalam lingkup rumah tangga yang saling berinteraksi dengan posisi sosial yang jelas. kalau menurut kamu, keluarga itu apa? #picbypinterest #...
