— Φ —
Sudah dua minggu berlalu sejak para raja dari dunia immortal pulang ke dunia mereka, mulai kembali melaksanakan tugas yang mungkin saja sudah menumpuk karena singgah cukup lama di kediaman Bangsa Aguar. Mereka yang berada di dunia manusia pun juga kembali sibuk dengan rutinitas yang biasa mereka lakukan.
Siang ini, kediaman Tuan John sangat sepi, hanya ada Jihoon dan Sungchan di ruangan Jihoon, Tuan John sendiri yang berada di ruangannya, Jaehyuk yang sedang tidur siang di kamarnya, dan beberapa pelayan yang bertugas membersihkan kediaman mewah ini.
Sunwoo sedang pergi ke kota untuk menghadiri pertemuan antara kaum immortal mewakili Bangsa Aguar, Yedam sedang bertemu dengan guru sihirnya yang selama ini mengajarkan sihir hitamnya, Haruto sedang pergi memantau keadaan kaum werewolf yang berada di satu negara yang sama, lalu Jeongwoo dan Junghwan sedang belajar di pusat kota untuk meningkatkan kemampuan akademik mereka.
Beralih kepada Jihoon dan Sungchan yang sudah berada di satu ruangan yang sama. Atas perintah Jihoon beberapa jam yang lalu, Sungchan segera pergi menemui Sang Raja setelah ia mendapat pesan untuk menemui Jihoon begitu urusannya selesai.
Ketika Jihoon sudah memanggilnya dan bertemu di ruangan tertutup dalam keadaan yang sedang sepi, ia sudah tahu apa yang nantinya akan mereka bicarakan.
''Urusan lu sudah selesai?'' Sebuah pertanyaan yang pertama kali terdengar dari Jihoon ketika Sungchan sudah menyamankan dirinya di sofa ruangan.
Ia melepas jas yang sejak tadi melekat di tubuhnya dan menaruhnya di sandaran sofa, ''hanya bertemu dengan teman lama. Ada apa?''
''Belum ada tanda-tanda pergerakan lagi dari mereka?''
Sungchan menghela napasnya, ''sejauh ini, belum. Terakhir, ya, yang ditemukan Hyunjin di dunia immortal.''
Ia sempatkan untuk menatap Jihoon yang sedang memegang segelas anggur merah. Jihoon tak meminumnya, hanya ia putar saja gelasnya. Entah apa yang sedang Sang Raja pikirkan, namun kali ini Jihoon nampak gelisah, tidak seperti biasanya.
''Lu bakalan pergi seminggu lagi, kan?''
Kepalanya ia anggukan dan kini matanya membalas tatapan Sungchan, ''gue bisa aja nggak pergi. Acara peringatan perang nggak terlalu penting, gue juga bisa kunjungin Junkyu dan Ben sepuasnya setelah ini selesai, tapi gue benar-benar harus pergi.''
''Nggak biasanya, ada hal penting yang harus lu urus?''
Dia menaruh gelas berisi anggur merah yang sejak tadi ia pegang di atas meja di depannya, ''rencana penghapusan Hak Eksklusivitas Bangsawan. Yoshi dan Bang Hyunsuk berhasil meyakinkan beberapa raja dan udah angkat topik ini ke kerajaan pusat. Gue harus hadir karena ini rencana gue dan forum itu di bawah tanggung jawab gue.''
''Berita yang bagus. Lu udah lama mau hapus hak nggak jelas itu, kan? Tujuan lu setuju jadi raja juga karena hal itu. Lu harus datang, ini satu-satunya kesempatan lu.''
''Separuh raja udah ada di pihak gue. Kalau nanti di forum mereka serius dengan pilihan mereka, topik ini bakalan dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Pertemuan besar akan dilakukan dan dihadiri seluruh raja, mau tidak mau, suka tidak suka.''
KAMU SEDANG MEMBACA
[iii] Become A King
FanfictionSejak ditunjuknya ia sebagai raja, Jihoon telah bertekad tak akan seperti ayahnya atau pemimpin terdahulu ketika memimpin. Tak ada yang berhak mengaturnya kecuali rakyatnya sendiri, sekalipun itu para bangsawan. Immortal Kingdom Series III Become A...
![[iii] Become A King](https://img.wattpad.com/cover/305870969-64-k359881.jpg)