i. Stay For a While

1.3K 147 30
                                        




— Φ —




Dua tahun setelah Perang Besar di Dunia Immortal.



Suasana keramaian dari hiruk-pikuk orang-orang menyambut hangat kedatangan mereka sesampainya di bandara untuk menjemput seseorang yang sudah lama tidak bersua. Mereka berhenti di salah satu terminal bandara sesuai dengan perintah seseorang yang akan mereka jemput kedatangannya hari ini.

Mereka berjalan ke dalam untuk bertemu dengan seseorang yang mungkin sudah menunggu kedatangan mereka setelah salah seorang dari mereka bertugas membawa kendaraan hari ini selesai memarkirkan mobil yang mereka tumpangi. Setelah setahun lamanya berpisah karena tinggal di negeri yang berbeda, akhirnya mereka akan kembali bertemu.

Satu tahun bukanlah waktu yang singkat, namun juga belum terlalu lama. Orang tersebut benar-benar tak pernah mengunjungi mereka lagi setelah acara besar yang mereka hadiri bersama, hal itu yang menjadi alasan kedatangannya sangat dinanti. Ya, meski sebagian dari mereka enggan untuk mengakui itu.

Keempatnya berpenampilan sederhana hari ini, mengenakan pakaian santai dan nyaman. Walaupun salah satu dari mereka berempat bukan seorang manusia dan merupakan seorang Calon Alpha dari klan werewolf di dunianya, ia tetap berpenampilan seadanya. Tidak berlebihan. Selain karena takut dianggap aneh, ia harus menyamar agar identitasnya tidak terbongkar.

''Lu kenapa pilihin baju yang tebel begini sih, Bang? Panas, gila!'' Sesekali ia mengeluh tapi setidaknya ia harus menyesuaikan diri dengan manusia di sekitarnya.

''Lu mau dianggap aneh karena pakai kaos pas cuaca dingin begini, Watanabe?'' Bang Yedam, sosok yang paling tua diantara mereka bersuara untuk menanggapi protesan dari lelaki yang barusan menyampaikan ketidaksukaannya.

''Wajar dia protes, Bang. Manusia berbulu kayak dia juga tahan kalau nggak pake baju sekarang.'' Itu Jeongwoo, seorang yang tidak pernah absen untuk menjawab pembicaraan lawannya dengan sebuah ledakan. Sebaya dengan Haruto—yang tadi mengeluh—kalau saja lelaki itu seorang manusia seperti Jeongwoo, Yedam, dan Junghwan.

Junghwan yang sebenarnya sejak tadi di perjalanan mengantuk tiba-tiba merasa tertarik untuk bergabung dengan Jeongwoo, ''lagian ngapain lu masih di dunia kita? Lu 'kan, seharusnya tinggal di negeri lu, mimpin kaum lu di sana.''

Jeongwoo mendekat ke arah Junghwan, melakukan gestur berbisik meskipun nada bicaranya tetap kencang. ''Namanya juga Alpha NGGAK BERTANGGUNG JAWAB.''

Yang diledek pun tentu merasa geram dengan kedua orang yang berdiri sejajar di sisi kanan tubuhnya. Ia melirik dengan tatapan yang siap untuk membunuh keduanya, ''lu berdua mau jadi makan malam gue hari ini?''

Jeongwoo dan Junghwan yang diancam barusan pun tak merasa ketakutan sama sekali. ''Kita? Mau lu makan? Perasaan waktu itu lu bilang daging kita berdua ini alot.''

''Manusia Serigala munafik,'' Junghwan menatap Haruto yang sudah naik pitam dengan wajah menyebalkannya, ''coba aja. Paling nanti ketahuan terus lu gagal jadi Alpha, hahahah.''

Yedam yang sejak tadi hanya menjadi pendengar keributan Para Trio Gila hanya bisa membuang napasnya yang terdengar lelah. Mengendarai mobil dari tempat awal mereka sampai ke bandara menempuh jarak yang cukup jauh, lalu ia masih harus mendengar keributan ketiga pemuda di sebelahnya.

[iii] Become A KingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang