— Φ —
"Kami diserang di kedalaman hutan Magard bagian Utara dan mereka datang dari arah yang sama dengan jumlah sekitar ratusan. Saya sedang bersama dua manusia yang kebetulan adalah rekan saya dan Raja Jihoon yang sedang berkunjung tidak bisa melawan mereka dan akhirnya kami memilih untuk melarikan diri tapi mereka jauh lebih cepat. Alhasil saya dan yang lain berusaha untuk melawan, tapi dua manusia bersama saya terkena serangan, mengharuskan saya untuk melarikan diri dengan cara berteleportasi melalui air menggunakan kekuatan alami saya sebagai seorang Duyung, membawa mereka agar segera dapat penanganan yang serius."
Doyoung berdiri di hadapan orang-orang yang jarang sekali ia temui selain untuk urusan rapat besar seperti rapat kemarin saat pembahasan hak esklusif bangsawan, membuatnya harus bersikap lebih sopan dan formal.
Ia memenuhi permintaan Jihoon sebagai wujud kecil pertanggungjawabannya atas kelalaian menjaga Jeongwoo dan Junghwan, meskipun baginya itu belum cukup untuk membayar semuanya. Bersama rekan-rekannya, Tuan Steven dan Tuan John, ia turut menghadiri rapat darurat bersama sebagian petinggi kaum Vampir.
"Lalu bagaimana keadaan dua rekan kalian?" Tanya tuan Dominic yang duduk sejajar dengan Tuan Steven dan Tuan John, "Jihoon berkata salah satunya adalah Junghwan, anakmu 'kan, John?"
"Anakku baik-baik saja, tapi kondisi Jeongwoo, satu manusia lain yang pergi bersama Raja Doyoung dalam keadaan buruk."
Dengan perasaan yang masih mengganjal, Doyoung berusaha untuk menjelaskan situasi Jeongwoo kepada pihak Kaum Vampir yang hadir, "Jeongwoo terkena serangan paling parah, daging bagian betisnya terkoyak dan racun werewolf telah menyatu dengan darahnya dan sudah tersebar akibat dari lukanya. Para tabib tidak bisa mengeluarkan racunnya karena itu."
"Berarti besar kemungkinan ia akan mengalami fase perubahan?" Xiaojun turut bersuara.
Doyoung terdiam sejenak sebelum ia mengangguk pelan, "iya ...." Ia tidak bisa berbicara lebih lanjut karena kondisi mentalnya masih belum stabil. Tak jarang sejak rapat mulai tadi fokusnya selalu buyar dan Mashiho lah yang akan terus menyadarkannya.
"Doy?"
Doyoung mengerjap, ia kehilangan fokusnya lagi. Pikirannya terpicu untuk kembali memikirkan kejadian buruk yang tak pernah ia harapkan terjadi seumur hidupnya. Kehilangan Junkyu dan Ben, lalu sekarang ia menjadi penyebab Jeongwoo berada di situasi buruk yang tak diharapkan pemuda itu sama sekali.
"Kim Doyoung." Dia kembali mengerjap dan Mashiho sadar akan situasi Doyoung yang belum sepenuhnya stabil.
Ia kemudian memberikan isyarat berupa gelengan kepala kecil kepada Jihoon untuk mengambil alih tugas Doyoung mengingat pemuda itu tidak bisa meneruskan. Setidaknya, ia telah berusaha untuk menjelaskan situasi buruk yang ia alami dengan pikirannya yang kacau.
Jihoon pun paham, lalu ia segera berdiri setelah Doyoung kembali mendudukkan dirinya dengan bantuan Mashiho di sebelahnya.
"Kami saat ini hanya bisa berharap tubuh Jeongwoo bisa menerima proses perubahan itu, tak ada yang bisa kami lakukan lagi karena racun itu telah terikat dengan darah murni manusianya," sambung Jihoon menjelaskan.
"Jeongwoo, dia pemegang Pendant Biru itu, bukan?" Xiaojun kembali bertanya.
"Ya, dia orangnya."
"Aku yakin tubuhnya tidak akan menolak perubahan. Dia sempat terikat dengan Pendant Biru saja sudah menandakan darahnya bukan darah manusia yang akan menolak sesuatu yang baru," Xiaojun tersenyum tulus, "aku turut mengharapkan keselamatannya."
KAMU SEDANG MEMBACA
[iii] Become A King
Fiksi PenggemarSejak ditunjuknya ia sebagai raja, Jihoon telah bertekad tak akan seperti ayahnya atau pemimpin terdahulu ketika memimpin. Tak ada yang berhak mengaturnya kecuali rakyatnya sendiri, sekalipun itu para bangsawan. Immortal Kingdom Series III Become A...
![[iii] Become A King](https://img.wattpad.com/cover/305870969-64-k359881.jpg)