Bonus: Dimension

617 55 59
                                        

It's just bonus, not a sign for next project ^^
(But, maybe ... a new idea?)

— Φ —



"Ayah, kenapa di dalam Hutan Emerna banyak sekali para prajurit? Bahkan semua prajurit dari berbagai golongan kaum ada di setiap sudut Hutan Emerna

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ayah, kenapa di dalam Hutan Emerna banyak sekali para prajurit? Bahkan semua prajurit dari berbagai golongan kaum ada di setiap sudut Hutan Emerna."

"Kau bermain di sana?!"

Sang Anak mengerjap terkejut mendengar bentakan ayahnya yang baru saja tiba di rumah setelah tugas menjaganya hari ini selesai, "ti ... tidak, Ayah. Aku hanya di rumah bersama Ibu."

"Jangan pernah berani-berani menginjakkan kakimu untuk masuk ke dalam hutan itu!"

"Memang ada apa dengan Hutan Emerna, Ayah? Apa dia seberbahaya itu?"

Sang Ayah yang nampak kelelahan pun merasa kali ini anak semata wayangnya perlu diberi sedikit pelajaran agar sesuatu buruk tidak terjadi di kemudian hari. Anaknya itu memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi dan dia perlu diperingati secepat mungkin untuk kasus yang satu ini.

Rasa lelah pun dia lupakan sejenak. Ia menuntun anak laki-lakinya untuk duduk bersama dengannya. "Hutan Emerna bukan hanya berbahaya, hutan itu tidak bisa diprediksi."

"Tidak bisa diprediksi?" Ia tersenyum kecil dengan telap tangan kasarnya yang bergerak untuk mengusap kepala anaknya.

"Hutan Emerna dulunya dihuni oleh Kaum Aguar, kelompok manusia yang berpihak pada Dunia Immortal. Mereka sudah ada sejak perang dunia immortal melawan kaum manusia dan menetapnya mereka di sini sebagai jaminan dan simbol perdamaian, bahwa manusia dan kaum immortal akan saling menjaga satu sama lain," ia menatap anaknya yang juga sedang memandang ke arahnya dengan bola mata yang teramat jernih, "tapi itu dulu."

"Apa mereka sudah tidak ada di sana lagi, Ayah?"

"Kelompok Kaum Aguar kembali ke dunia asal mereka setelah perang besar melawan demon 255 tahun yang lalu. Petinggi Immortal menganggap membiarkan mereka tetap ada di sini hanya membahayakan nyawa. Kaum Immortal tidak mau membahayakan Kaum Aguar karena itu sama saja dengan mereka melanggar janji damai dengan kaum manusia,

"Itu sebabnya mereka tidak ada lagi di sini. Kepergian mereka berarti sudah tidak ada lagi yang menjaga Hutan Emerna. Tapi Kaum Aguar tidak benar-benar menjaga Hutan Emerna, itu di luar kuasa mereka yang hanya seorang manusia. Hanya saja, tidak ada lagi yang menantau hutan itu."

"Lalu, siapa yang menjaga Hutan itu sekarang?"

"Segenap kaum immortal," ia tersenyum, "itu sebabnya ada banyak prajurit dari tiap golongan untuk menjaga hutan itu. Sebelumnya, bahkan saat masih ada Kaum Aguar, kaum penyihir membuat tabir pelindung agar tidak bisa sembarang orang bisa memasuki Hutan Emerna."

"Memang ada apa di Hutan Emerna sampai dijaga sebegitu ketatnya ...."

"Ayah tadi bilang, Hutan Emerna tidak bisa diprediksi, bukan?" Sang Anak mengangguk pelan, "karna di sana energinya tidak stabil bahkan cenderung lemah, tabir pelindung pun tidak bisa benar-benar melindungi sekuat apapun sihir putih dan hitam. Kau tahu apa yang akan terjadi jika energinya semakin melemah?"

[iii] Become A KingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang