xiv. Secret Meeting

554 93 23
                                        




— Φ —



Berdasarkan hasil diskusi mereka terakhir kali, akhirnya Jihoon setuju untuk memberitahu kasus pemberontakan tersebut kepada Tim Eques—salah satu tim yang juga berjasa dalam menangani perang besar di dunia immortal terakhir kali dan akrab dengan Tim Treasure sampai sekarang. Mengingat keadaan yang sudah tidak bisa ia tangani sendirian lagi, Jihoon mengundang mereka dengan meminta bantuan Hyunjin karena dulunya tangan kanannya itu merupakan bagian dari Tim Eques.

Pertemuan ini secara garis besar akan membahas tentang pemberontakan yang sampai sekarang belum menemukan titik terang. Lalu juga Jihoon akan meminta saran dan bantuan kepada mereka terkait rencana penghapusan hak eksklusivitas bangsawan serta hal-hal yang Tuan Steven dan mereka temukan terkait rahasia Bangsawan Rimson dan Tuan Kim, dan mereka juga akan membahas dengan serius terkait identitas Junkyu yang perlu dirahasiakan.

"Ada bagusnya identitas Junkyu dan Ben masih tertutup sampai sekarang," Yoshi yang berjalan di sebelah Jihoon bersuara, "kalau saja identitas mereka sampai ke telinga bangsawan, kita tidak akan bisa melakukan rencana penghapusan hak ekslusivitas. Identitas Ben mungkin tidak terlalu berpengaruh, tapi beda dengan Junkyu."

"Kita juga tak akan tahu kalau ternyata Junkyu memiliki saudara kandung yang memiliki darah ganda," Jihoon meoleh ke arah Yoshi dengan senyum tipisnya, "mungkin juga Junkyu nggak tahu tentang semua ini karena Tuan Kim menghapus ingatannya."

"Ingatan Junkyu juga bisa saja dimanipulasi," Hyunsuk yang berada di sebelah Yoshi turut bersuara, "yang jelas, Junkyu pasti nggak akan tahu apa-apa saja yang ayahnya lakukan dan disembunyikan darinya selama ini."

"Tapi beneran, nggak ada yang tahu tentang identitas Junkyu dan Ben selain kita, Paman John, Paman Steven dan Tim Eques?" Tanya Jihoon memastikan.

Yoshi menggeleng, "gue uda pastiin itu. Sekarang tugas kita bertambah, selain mencari tahu tentang pemberontakan saat ini dan penghapusan hak eksklusivitas, kita juga perlu memastikan tidak ada yang tahu tentang identitas mereka."

"Atau jabatan kalian jadi taruhannya," Asahi yang sejak tadi diam berjalan di sebelah Jihoon akhirnya bersuara. Dengan tangannya yang dia silangkan di depan dada, ia menoleh ke arah kiri di mana rekan-rekannya berada, "bangsawan juga bisa memanfaatkan hal ini untuk kembali menempati posisi tinggi di dunia immortal."

"Yah, ada banyak yang kita sembunyikan selama ini," Hyunsuk menatap ke depan kemudian membuang napasnya pelan, "satu saja terbongkar, maka itu akan menjadi kelemahan kita."

"Kita memiliki misi lain di dalam pertemuan ini, kalian ingat, bukan?" semua menoleh ke arah Yoshi, "saat rapat nanti, awasi gelagat Renjun. Kita belum tahu apa Renjun dan Yuna saling mengenal baik satu sama lain atau tidak."

"Mereka mencurigakan," timpal Asahi.

"Kita juga harus memastikan itu," Yoshi membalas, "kita lihat nanti reaksi Renjun. Kalau kalian ada menyadari gerak-gerik aneh darinya, berarti mereka saling mengenal dan memiliki suatu tujuan. Untuk saat ini, kita belum bisa memastikan direkomendasikannya Yuna olehnya punya maksud lain atau tidak."

Jihoon dan yang lain mengangguk paham. "Meskipun dia baik, saat ini kita perlu waspada kepada siapapun. Sahi, lu nggak ngeliat ada yang aneh dari dia?" Tanya Jihoon.

Asahi mengangkat kedua bahunya, "dia cuma jarang ada di istana penyihirih pusat di hari-hari tertentu sejak perang selesai."

"Dia pergi ke mana?" Tanya Hyunsuk ikut penasaran.

[iii] Become A KingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang