— Φ —
Pagi ini, Jihoon yang sedang asik mengerjakan pekerjaannya sebagai pemimpin dari Klan Vampir bagian Barat dibuat cukup terkejut ketika Hyunjin mengatakan bahwa pihak pusat akan mendatanginya. Tak ada alasan masuk akal yang terlintas di kepalanya di balik kedatangan perwakilan Kerjaan Pusat. Ia sangat yakin kasus pemberontakan belum sampai terdengar telinga siapapun kecuali orang-orang terdekatnya.
"Siapa yang akan datang ke sini?"
"Tuan Aaron langsung yang akan datang dengan pengawal kerajaan pusat." Jawaban Hyunjin barusan semakin membuat Jihoon kebingungan.
Semua jelas tahu siapa Tuan Aaron, apalagi sejak sistem Kerajaan Pusat berubah. Beliau adalah salah satu tetua yang cukup terpandang. Dia werewolf Klan Red Moon yang berasal dari generasa Ke-4 dan satu-satunya tetua dari generasi paling tua Kaum Werewolf. Ia dulunya juga pernah menjabat sebagai Pemimpin Kerajaan Pusat pada generasinya dan yang paling berjaya. Meskipun di generasi Ke-3 banyak sekali perubahan, namun beliau berhasil mengatasi kekacauan akibat perubahan yang terjadi ketika ia memimpin pusat.
Tak ada yang tidak tahu Tuan Aaron, bahkan sampai generasi saat ini pun namanya tetap terpandang.
Sejak Kerajaan Pusat mengalami perubahan sistem, tak ada lagi yang namanya Tim Inti Pusat yang memiliki kendali penuh untuk mengatur dan menjaga dunia immortal. Meskipun sistem berubah, tetap harus ada orang yang menjaga Kerajaan Pusat yang berdiri sebagai simbol perdamaian antar kaum. Oleh sebab Itu, fungsi pusat kini hanya sebagai pengawas saja dengan beberapa tetua sebagai penanggung jawab fungsi tersebut. Posisi tersebut pun tidak lebih tinggi daripada posisi pemimpin klan ataupun raja.
Dan saat ini, Tuan Aaron lah yang bertugas sebagai Kepala Kerajaan Pusat. Sebuah sistem tidak akan berjalan tanpa ada arahan dari seorang pemimpin, oleh sebab itu Tuan Aaron hadir untuk mengisi posisi tersebut. Kehadirannya pun disambut antusias oleh seluruh golongan karena semua penghuni dunia immortal tahu, beliau adalah implementasi dari keadilan dan kedamaian.
Pengawalnya memberi tahu bahwa Tuan Aaron sudah berada di istana dan telah menunggu di ruangan khusus untuk menyambut tamu, membuat Jihoon lantas bersiap karena tidak mau membuat beliau menunggu lama. Bagaimanapun, Jihoon harus memberikan kesan baik karena ia membutuhkan koneksi beliau untuk rencana penghapusan hak eksklusif bangsawan nantinya.
"Maaf membuatmu menunggu lama, Tuan Aaron." Jihoon membungkuk sopan sebagai penyambutan.
"Tidak raja, Jihoon, aku yang harusnya meminta maaf karena telah mengganggu waktumu atas kunjungan mendadakku ini."
Jihoon berjalan mendekat dan kemudian duduk di seberang Tuan Aaron yang didampingi pengawal yang berdiri tak jauh di samping kanan dan kirinya.
"Perjalanan yang kau tempuh dari pusat menuju kerjaanku mungkin cukup melelahkan, jadi silahkan nikmati dulu jamuan seadanya dariku, Tuan."
Tuan Aaron tertawa ramah, "jamuan ini lebih dari kata cukup, Raja Jihoon. Terima kasih sudah menyambutku dengan hangat."
"Itu sudah menjadi kewajibaku, Tuan."
Tuan Aaron bergerak untuk menyesap teh yang pelayan kerajaan siapkan sebagai salah satu hidangan jamuan. "Bagaimana keadaan kaum kita di dunia manusia terakhir kali?" Beliau menaruh cangkir tehnya kembali di atas meja. "Kudengar, kau ada keperluan di dunia manusia selama hampir setahun terakhir."
KAMU SEDANG MEMBACA
[iii] Become A King
FanfictionSejak ditunjuknya ia sebagai raja, Jihoon telah bertekad tak akan seperti ayahnya atau pemimpin terdahulu ketika memimpin. Tak ada yang berhak mengaturnya kecuali rakyatnya sendiri, sekalipun itu para bangsawan. Immortal Kingdom Series III Become A...
![[iii] Become A King](https://img.wattpad.com/cover/305870969-64-k359881.jpg)